RINGSEK—Mobil Colt T Nopol AB 7738 DB yang menabrak motor Honda Karisma Nopol AD 6745 RD hingga ringsek di ruas Jl Pandanaran, Boyolali, Rabu (12/1). (FOTO: Espos/Ahmad Mufid Aryono)
Rabu, 12 Januari 2011 20:18 WIB Boyolali Share :

Diduga rem blong, mobil seruduk mobil dan 3 motor

RINGSEK—Mobil Colt T Nopol AB 7738 DB yang menabrak motor Honda Karisma Nopol AD 6745 RD hingga ringsek di ruas Jl Pandanaran, Boyolali, Rabu (12/1). (FOTO: Espos/Ahmad Mufid Aryono)

Boyolali (Espos)--Kecelakaan karambol terjadi di Boyolali, Rabu (12/1) siang. Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Pandanaran, tepatnya di sebelah timur perempatan seiko, Boyolali dengan melibatkan dua mobil dan tiga motor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akibat peristiwa itu, satu orang pengendara motor harus menjalani perawatan di RSU Pandanarang.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, menyebutkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu berawal dari mobil colt T Nopol AB 7738 DB yang dikemudikan Muh Rosid, 61, warga Desa Jrakah, Selo melaju dari arah timur ke barat. Sebelum perempatan seiko, lampu bangjo menyala merah. Namun, laju mobil itu tidak berkurang. Akibatnya mobil menabrak motor Honda Karisma Nopol AD 6745 RD yang dikendarai Aprilia, 19, warga Pulisen, Boyolali. Hingga, pengendara motor terpental hingga di pintu masuk kantor Inspektorat Boyolali.

Setelah menabrak motor, mobil Colt T tidak berhenti dan justru menabrak mobil Mitsubishi Lancer Nopol AD 7182 DD yang dikemudikan Sawal, 46, warga Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari.
Akibatnya mobil Mitsubishi yang terdorong menabrak dua sepeda motor yakni Honda Win Nopol AD 3983 TD yang dikendarai Agus, 37, warga Perum Tupai Winong Boyolali dan Honda Suprafit AD 6096 TJ yang dikendarai Amriah, warga Perum Bumi Singkil Permai, Boyolali. Keduanya, berhenti karena lampu bangjo menyala merah. Mobil Mitsubishi berhenti setelah menabrak pohon yang berada di sisi selatan jalan.

Kepada wartawan, Sawal mengatakan saat itu, dirinya berjalan pelan, karena di depan sudah ada beberapa motor yang berhenti karena lampu bangjo menyala merah.

“Saat itu, ada beberapa kendaraan, tiba-tiba mobil saya terdorong dan menabrak motor di depan. Saya kemudian membantir setir ke kiri dan menabrak pohon,” ujarnya.

Sementara, sopir mobil colt Muh Rosid mengaku di depannya ada anak kecil yang hendak menyeberang. Karena jarak yang terlalu dekat, dirinya berusaha membanting setir ke kiri.

“Kalau saya banting setir ke kanan anak itu akan tertabrak. Kemudian saya ambil kiri dan menabrak motor,” ujarnya kepada wartawan, Rabu.

Rosid menandaskan setelah menabrak motor itu, dirinya tidak menyadari lagi tabrakan beruntun yang menimpa dirinya. Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas di jalan protokol Boyolali itu sempat tersendat. Petugas Satlantas Polres Boyolali, sempat menutup arus lalu lintas dari arah timur di pertigaan patung sapi Mojosongo.

Saat ini seluruh kendaraan yang terlibat masih berada di Satlantas Polres Boyolali guna penyelidikan lebih lanjut.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…