Reuters
Rabu, 12 Januari 2011 13:32 WIB Internasional Share :

Banjir Australia, 12 tewas dan ribuan orang mengungsi

Reuters

Brisbane–Korban jiwa terus berjatuhan akibat banjir yang melanda negara bagian Queensland, Australia. Sejauh ini sudah 12 nyawa melayang dan besar kemungkinan korban jiwa bakal terus bertambah. Sebab saat ini ada sekitar 67 orang yang hilang akibat banjir dahsyat ini.

Kota terbesar ketiga di Australia, Brisbane hari ini terendam banjir yang terjadi sekali dalam seabad tersebut. Ribuan orang telah mengungsi ke pusat-pusat evakuasi. Akibat banjir ini, sekitar 100 ribu rumah mengalami pemadaman listrik.

Ini merupakan banjir terburuk di Brisbane, kota yang didiami sekitar 2 juta jiwa, sejak tahun 1893 silam. “Kita tengah menghadapi banjir sekali dalam 100 tahun,” kata perdana menteri Queensland Anna Bligh seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (12/1).

“Kita menghadapi kedatangan jumlah air yang masiv ke dalam sistem sungai kita yang akan membanjiri ribuan properti,” imbuh Bligh.

Dikatakan Bligh, sebanyak 3.585 orang terpaksa mengungsi ke 57 pusat evakuasi di berbagai penjuru Queensland. Ribuan orang lainnya telah meninggalkan rumah mereka dan kini tinggal di rumah-rumah keluarga dan teman-teman mereka.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…