Selasa, 11 Januari 2011 10:14 WIB Sukoharjo Share :

Usai terendam air, KBM SMPN 1 Gatak kembali pulih

Sukoharjo (Espos)–Sehari setelah terendam luapan air Sungai Bedhodo, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 1 Gatak, kembali pulih, Selasa (11/1).

Sementara pihak sekolah belum menginformasikan berapa nilai total kerugian atas terendamnya hampir seluruh ruang kelas mereka. Kepala SMPN 1 Gatak, Viveri Wuryandari mengatakan sejumlah meja dan kursi di ruang-ruang kelas sekolahnya masih dalam keadaan basah. Namun, dia tetap menginstruksikan KBM dijalankan. “Memang meja-meja dan kursi masih basah. Tapi masak mau tidak aktif lagi,” katanya kepada Espos, Selasa.

Saat disinggung mengenai langkah penanganan terhadap sejumlah aset yang terendam air sungai, dia belum memberi keterangan ditail. Dia juga belum menjawab pertanyaan mengenai perhatian yang diberikan Dinas Pendidikan Sukoharjo. “Nanti kami akan break down dulu. Kami akan kabarkan nanti,” jawabnya singkat.

Sebelumny,  Senin (10/1)  petang, Viveri menginformasikan estimasi kerugian sekolahnya akibat banjir, yakni 3.800 LKS, 1.650buku referensi, 3.557 buku bacaan, 85 Al Quran,, 1.758 majalah MOP, 4.500 koran, 39 kursi, 15 meja, 17 tong sampah, 20 keset, 125 sapu iju, 55 sapu lidi dan tiga kasur serta dua rak. “Kami kerja bakti sampai maghrib,” terangnya..

ovi

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…