REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN- Tersangka Rk dan Rn saat rekonstruksi pembunuhan di TKP Tempat Pemakaman Umum (TPU) Untoroloyo Jl Brigjen Katamso Mojosongo Solo, Senin (10/1). Rk dan Rn merupakan tersangka pembunuhan korban Andi Wibowo warga Perum Solo Elok Mojosongo Solo. (FOTO:Dwi Prasetyo)
Selasa, 11 Januari 2011 03:38 WIB Hukum Share :

Sadis, tersangka tusuk mulut korban dengan pisau dapur

REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN- Tersangka Rk dan Rn saat rekonstruksi pembunuhan di TKP Tempat Pemakaman Umum (TPU) Untoroloyo Jl Brigjen Katamso Mojosongo Solo, Senin (10/1). Rk dan Rn merupakan tersangka pembunuhan korban Andi Wibowo warga Perum Solo Elok Mojosongo Solo. (FOTO:Dwi Prasetyo)

Solo (Espos)--Tersangka, Rk, 16, pelajar SMK N II Solo secara sadis menghabisi nyawa korban, Andi Wibowo, 15, di TPU Untoroloyo. Selain menusuk korban dengan pisau dapur di bagian leher secara berulang kali, tersangka juga tega menusuk mulut korban sebelum meregang nyawa.

Hal itu diketahui setelah Polresta Solo menggelar rekontruksi pembunuhan di TPU Untoroloyo, Senin (10/1). Pantauan Espos di lapangan, sejak pukul 09.00 WIB, ratusan warga sudah memadati lokasi kejadian untuk melihat jalannya rekontruksi. Guna menghindari penumpukan massa, petugas langsung memasang police line di lokasi kejadaian.

Sekitar pukul 10.45 WIB, tersangka Rk dan Rn tiba di lokasi kejadian dengan pengawalan ekstra ketat dari Polresta Solo. Kedua tersangka dibawa dengan mobil Xenia ber-Nopol AD 235 UM. Selama mengikuti tahap rekontruksi, kedua tersangka yang masih di bawah umur itu mengenakan kain penutup mulut (masker) dan topi. Tak heran, warga pun kesulitan mengetahui wajah asli kedua tersangka.
Pada kesempatan tersebut, kedua tersangka mengikuti 38 adegan. Khususnya tersangka Rk menjalani tahap rekontruksi dengan kondisi tangan kanan masih terjahit.

Hasil rekontruksi diketahui, kedua tersangka memang sudah berniat ingin membunuh korban Andi Wibowo saat tiba di TPU Untoroloyo. Hal itu terbukti, tersangka Rk sudah menyiapkan pisau dapur dan tersangka Rn membawa batu. Pada adegan ke-21, tersangka Rk mulai menusuk korban dengan menggunakan pisau dapur sebanyak dua kali. Setelah korban sempoyongan, Rn juga memukul kepala korban dengan menggunakan batu. Memasuki adegan ke-30, kenekatan tersangka Rk semakin jelas.

Pasalnya, Rk memperagakan penusukan di bagian mulut korban. Hal itu dilakukan Rk, setelah korban masih meronta. Tahap rekontruksi selesai pukul 11.12 WIB.

“Dari rekontruksi ini dipastikan motif kedua tersangka berbeda. Untuk Rk memang didasari sakit hati karena korban sering nggleyer-nggleyer sepeda motor di depannya,” tegas Kasatreskrim, Kompol Edhei Sulistyo mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana saat ditemui wartawan di sela-sela rekontruksi berlangsung.

Dia mengatakan, setelah mengikuti rekontruksi, tim psikologi Polda Jateng akan bekerja mengecek kondisi mental kedua tersangka. Hal itu mendesak dilakukan guna mengetahui kondisi mental kedua tersangka yang tergolong masih di bawah umur.

“Kami berharap hasil dari tim psikologi Polda Jateng dapat dilihat sesegara mungkin,” jelasnya.

pso

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…