Selasa, 11 Januari 2011 23:12 WIB Sragen Share :

Potong keramik, warga Tenggak tewas kesetrum

Sragen (Espos)–Warga Dukuh Nglombo RT 6 Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Wardi, 35, meninggal dunia gara-gara tersengat aliran listrik alias kesetrum, Selasa (11/1).

Musibah tersebut terjadi saat yang bersangkutan tengah membantu kakaknya, Wagiyo, 45, warga Dukuh Sadang RT 3 Desa Kecik, Tanon, memotong keramik. Kejadian berawal, sekitar pukul 08.30 WIB, saat Wardi dan Wagiyo mempersiapkan material dan peralatan untuk memasang keramik.

Wardi bertugas memotong keramik sedangkan Wagiyo kebagian mempersiapkan adonan semen. Wardi menggunakan alat pemotong yang terbuat dari besi. Diduga alat tersebut mengalami konsleting listrik sehingga begitu Wardi menggunakan langsung kesetrum. Tidak ada yang tahu persis darimana listrik menjalar ke tubuh Wardi. Wagiyo baru menyadari adiknya kesetrum saat melihat Wardi jatuh terlentang dengan alat pemotong keramik berada di atas dadanya.

Melihat kondisi itu, Wagiyo dibantu sejumlah warga segera memutus aliran listrik dari meteran listrik, kemudian menyiram tubuh korban dengan air. Sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Wardi meninggal dunia sesaat setelah tiba di Klinik Sarila Husada, di Desa Tenggak, Sidoharjo, sekitar pukul 09.00 WIB.

Saksi mata, tetangga Wagiyo, Rustanto, 57, mengungkapkan dirinya baru tahu ada korban kesetrum begitu mendengan teriakan dari rumah Wagiyo. Saat tiba di lokasi kejadian, dia mengaku melihat tangan korban tampak membiru. Sedangkan alat pemotong keramik berada di dada korban. “Saat saya ke sini dia (korban-red) masih hidup. Kemudian dengan mobil, tetangga membawa ke klinik di Tenggak. Kebetulan waktu itu klinik di desa sini belum buka,” ungkap Rustanto, saat ditemui Espos, di lokasi kejadian, Selasa.

Sementara itu, Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, melalui Kapolsek Tanon, AKP Marsidi mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena kecelakaan saat akan memotong keramik. Korban kesetrum. Listrik diduga masuk ke tubuh korban melalui tangan. Hal tersebut ditandai adanya luka di tangan korban. “Hasil pemeriksaan dokter, ini murni kecelakaan saat kerja. Tidak ada unsur penganiayaan atau tindak kekerasan lainnya,” jelas Kapolsek.

Untuk memudahkan penyelidikan, alat pemotong keramik yang diduga menjadi sumber arus listrik diamankan jajaran kepolisian. Sedangkan, jenazah korban Wardi kini telah diambil keluarganya di Desa Tenggak, Sidoharjo, untuk dimakamkan.

tsa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…