Selasa, 11 Januari 2011 15:42 WIB News Share :

Jasad Pimpred Mingguan Pelangi diotopsi ulang

Jakarta— Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri tiba di Maluku Tenggara Barat. Kedatangan Puslabfor Mabes Polri ini hendak mengotopsi ulang mayat Pimpinan Redaksi mingguan Pelangi Alfrets Mirulewan yang diduga dibunuh.

“Ya sudah berangkat ke sana,” kata Kabid Humas Mabes Polri AKBP Johanis Huwae saat dihubungi, Selasa (11/1).

Kapolres Maluku Tenggara Barat AKBP Aris Budiarsa mengatakan, tim Puslabfor Mabes Polri sudah tiba di kuburan Alfrets. Tim juga sudah membongkar kuburan Alfrets dan mengambil sample mayat Alfrets untuk diotopsi ulang.

“Baru otopsi. Baru dibongkar mayatnya. Tim sudah bekerja. Diambil sample terus dikubur lagi. Difoto-foto ambil sample-nya,” ujarnya.

Sebelumnya jenazah Alfrets ditemukan seorang warga tewas dengan luka di beberapa bagian tubuhnya pada 17 Desember 2010. Menurut Koordinator Maluku Media Center, Insany Syahbarwaty, Alfrets ditemukan di Pantai Kisar dan diduga dibunuh.

Keberadaan Alfrets tidak diketahui sejak, Selasa (14/12). Pada hari itu Alfrets dan salah seorang rekannya dari Pelangi, Leksi Kikilay, melakukan liputan investigasi untuk mengusut adanya ilegal oil di Pelabuhan Wonreli.

Saat itu almarhum membuntuti sebuah mobil yang diduga akan melakukan transaksi gelap. Mobil tersebut adalah mobil polisi. Alfrets juga sempat adu mulut dengan oknum polisi tersebut. Setelah itu, Alfrets mengantar Leksi ke pulang rumahnya. Ternyata saat itu merupakan pertemuan terakhir bagi Leksi dan Alfrets.

Jenazah Alfrets pun diotopsi. Namun berdasarkan hasil otopsi dokter salah satu Puskesmas setempat menyatakan tidak ada bekas luka benda tajam ataupun tumpul di tubuh Alfrets. Disebut-sebut seorang oknum polisi terlibat dalam tewasnya Alfrets. Salah satu tersangka yang sudah ditangkap diduga seorang Anggota Dit Polairut Polda Maluku Briptu Markus Sahureka.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…