Selasa, 11 Januari 2011 11:56 WIB News Share :

Jalan Magelang-Jogja masih terputus

Magelang--700 Meter jalan raya Magelang-Jogjakarta masih terputus akibat luapan banjir lahar dingin setebal 3 meter di Kali Putih, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah.

10 Alat berat yang dikerahkan sejak kemarin, baru bisa mengeruk sejauh 300 meter dengan lebar 6 meter. Pantauan di lokasi, Selasa (11/1), ada 10 alat berat seperti backhoe yang berjibaku mengeruk pasir. Ini adalah tambahan alat berat, setelah kemarin hanya ada 6 alat berat yang dikerahkan.

Penambahan alat berat ini untuk mempermudah pengerukan material lahar dingin berupa pasir dan batu-batu besar. Belum lagi, puing-puing bangunan dan pohon yang terbawa lahar dingin.

Meski demikian, tampak sudah ada satu lajur yang membelah timbunan lahar dingin setebal 2-3 meter itu. Lajur selebar sekitar 6 meter itu berpanjang 300 meter yang dibuat dengan mengeruk pasir ke tepi jalan. Lajur ini digunakan truk-truk untuk masuk ke tengah timbunan lahar dingin. Mereka mondar-mandir mengangkut pasir yang dikeruk dengan backhoe.

“Sudah hampir separuh material yang berhasil dikeruk antara 250 meter sampai 300 meter,” tegas Supriyanto (42), sopir alat berat saat ditemui di lokasi.

Supri menyatakan, mereka menghadapi kesulitan pengerukan karena ketebalan material lahar dingin berupa lumpur, pasir dan batu-batu besar yang mencapai 2-3 meter dan sepanjang 700 meter. Butuh waktu lama untuk membersihkan jalanan dari lahar dingin.

“Paling tidak besok atau dua hari ke depan pengerukan baru bisa selesai dan jalan kembali bersih kembali,” kata Supriyanto.

Pengerukan itu dilakukan dengan memindahkan material pasir menggunakan ratusan armada truk penambang. Pasir lalu dibawa ke kawasan Jembatan Pabelan, Kecamatan Muntilan, Magelang untuk diangkut para penambang pasir dan dijual ke beberapa daerah seperti Ungaran, Semarang, Salatiga, Kudus bahkan sampai ke Jakarta.

Sementara ratusan warga sampai pagi ini, masih berdatangan untuk melihat bentukan Kali Putih yang sudah bergeser sebanyak dua kali. Kali Putih yang tadinya di depan Dusun Gempol, kini bergeser 150 meter membelah Pasar Jumoyo yang berada di Dusun Tegalsari, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam. Lokasi lahar dingin ini menjadi tontonan warga.

Pengalihan arus lalu lintas masih dilakukan oleh petugas Satlantas Polres Magelang, Jawa Tengah. Mereka yang menuju Jogjakarta dialihkan ke Kecamatan Srumbung, dan Kecamatan Ngluwar ke arah Kulonprogo, Jogjakarta.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…