Selasa, 11 Januari 2011 23:09 WIB Sragen Share :

Harga melambung, empat warga Sragen nekat curi cabai

Sragen (Espos)–Sebanyak empat sindikat pencuri asal Purwosuman, Sidoharjo, Sragen nekat menyatroni areal tanaman cabai milik Sukino, 41, di Dukuh Plembon, Desa Pilang, Masaran dan membawa tiga karung lombok hasil panen, Senin (10/1) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Ulah nekat empat kawanan pencuri itu dipicu oleh harga cabai yang melambung sampai Rp 80.000/kg di wilayah Bumi Sukowati. Informasi yang dihimpun Espos di Mapolres Sragen, aksi pencurian itu bermula saat empat orang yang berasal dari Dukuh Pengan, Purwosuman mengendarai dua motor berboncengan. Sekitar pukul 22.00 WIB, mereka berhenti di pinggir sawah yang ditanami cabai milik Sukino, warga Jantren, Desa Pilang, Masaran.

“Dua orang tersangka turun dari motor dengan membawa sak. Mereka memetik cabai itu hingga sebanyak tiga karung yang diperkirakan sekitar satu kuintal. Namun saat hendak membawa cabai itu, warga setempat memergoki pelaku. Akhirnya dua pelaku berhasil di tangkap warga dan dua pelaku lainnya kabur,” ujar petugas yang enggan disebut namanya.

Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kasubag Humas AKP Mulyani kepada Espos, Selasa (11/1), mengungkapkan keempat pelaku tersebut terdiri atas Febri alias Dekek, 21, Eko AS alias Perung, 18, Didik alias Item, 21 dan seorang pelajar SMU Aziz alias Bancol, 18.

Dia mengatakan, dua tersangka yang terpergok warga diserahkan ke Mapolsek Masaran, sedangkan dua pelaku yang kabur itu akhirnya juga tertangkap tangan di Pasar Bunder Sragen pada Selasa dinihari. Menurut dia, keempat pelaku masih diperiksa di Mapolsek Masaran. “Korban mengalami kerugian yang cukup banyak mencapai jutaan rupiah. Tersangka masih menjalani proses hukum. Mereka dijerat pasal pencurian dengan hukuman kurang dari lima tahun,” paparnya.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…