google.image
Selasa, 11 Januari 2011 17:10 WIB News Share :

Gayus rogoh kocek hampir Rp 1 miliar untuk buat paspor Soni Laksono

google.image

Jakarta –– Gayus Tambunan mengeluarkan uang banyak untuk membuat paspor atas nama Soni Laksono. Pengakuan Gayus kepada polisi dia mengeluarkan uang US$ 100 ribu atau hampir Rp 1 miliar, dengan asumsi US$ 1 setara dengan kurs Rp 9 ribu.

“Pengakuan Gayus, dirinya mengeluarkan USD 100 ribu,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (11/1).

Uang itu dibayarkan Gayus kepada calo pembuat paspor yang berinisial A yang sudah ditangkap polisi. Namun sang calo tidak mendapat utuh uang tersebut.

“Si tersangka hanya menerima US$ 2 ribu, sisanya dibagikan ke teman-teman sindikatnya,” sambung Anton.

Siapa saja sindikat itu? Apakah mereka oknum Ditjen Imigrasi? “Kita tunggu saja hasil penyelidikan,” jawab Anton.

Mabes Polri sebelumnya memastikan bahwa Gayus pelesiran ke Macau, Kuala Lumpur, dan Singapura ditemani istrinya, Milana Anggreini. Kepergian itu dibuktikan dengan manifes penerbangan dan pengakuan Gayus.

Sementara paspor Sony Laksono yang digunakan Gayus hingga kini belum diketahui keberadaannya. Gayus mengaku membuat paspor tersebut dari seorang calo.

Gayus diketahui pada 24 September pergi ke Macau, kemudian pada 30 September dia pergi ke Kuala Lumpur, dan juga melanjutkan perjalanannya ke Singapura. Belum diketahui apa aktivitas Gayus di negara-negara itu.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…