Selasa, 11 Januari 2011 23:17 WIB Boyolali Share :

Dibutuhkan Rp 39 miliar untuk perbaikan jembatan

Boyolali (Espos)--Kerusakan jembatan di sejumlah wilayah di lereng Merapi di wilayah Boyolali akibat bencana banjir lahar dingin membutuhkan anggaran sekitar Rp 39 miliar untuk perbaikan. Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam perbaikan jembatan rusak tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Pertambangan dan Kebersihan (DPUPPK) Boyolali Sri Haryono melalui Kabid Bina Marga M Khodri mengatakan setelah rencana perbaikan jembatan Suroteleng di Selo, Pemkab juga akan merencanakan perbaikan dua jembatan yakni Bangunsari dan Bakalan di Desa Klakah.

“Dua jembatan yakni Bangunsari dan Bakalan sudah masuk dalam daftar jembatan yang akan kami perbaiki. Saat ini masih dalam perbaikan,” ujarnya kepada wartawan di Boyolali, Selasa (11/1).

Khodri menambahkan untuk perbaikan jembatan ada dana sebesar Rp 740 juta. Namun, pihak DPUPPK masih melakukan perhitungan yang lebih cemat anggaran yang ada untuk kedua jembatan itu. Bila dana cukup, pembangunan akan dilakukan bersamaan dua jembatan tersebut. Namun, jika dana kurang, maka akan dipilih salah satu jembatan yang dinilai strategis.

“Kami masih merampungkan desain gambarnya. Nantinya akan menggunakan jembatan besi untuk menggantikan jembatan yang telah hancur,” papar dia.

Mengenai anggaran perbaikan, jelas Khodri, pihak DPUPPK telah mengajukan kebutuhan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Diharapkan bantuan itu bisa secepatnya cair, agar pembangunan bisa segera terealisasi.

“Seperti jembatan Bangunsari diperbatasan Jrakah dan Klakah. Warga di Bangunsari menjadi terisolir. Sehingga perlu segera ada perbaikan,” paparnya.

DPUPPK, jelas Khodri, pihaknya juga telah memetakan jembatan dan jalan yang rusak akibat Merapi. Di wilayah Selo, jelasnya, ada enam jembatan yang rusak, gorong-gorong serta tebing dan talut jalan ambrol. Sedang di Kecamatan Cepogo, ada delapan jembatan yang rusak dan mendesak untuk segera diperbaiki.

“Di wilayah Musuk ada satu jembatan yang runtuh total, karena fondasi tergerus banjir lahar dingin,” jelas dia.

Terpisah, Kades Klakah Slamet mengatakan pihaknya sudah memasang rambu-rambu peringatan bagi para pengguna kendaran yang akan melintas di jembatan Juweh yang menghubungkan Desa Klakah dan Jrakah, Selo. Pasalnya, fondasi jembatan di sisi selatan terus longsor. Dikhawatirkan badan jembatan yang selesai dibangun tahun 2008 itu bisa ambrol.

“Kami juga mengimbau pengendara kendaraan untuk tidak membawa beban yang terlalu berat, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi fondasi jembatan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar waspada, terutama saat turun hujan deras.

fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…