Selasa, 11 Januari 2011 21:20 WIB Karanganyar Share :

Bahagianya lahir di tanggal istimewa, 11-1-2011

Ernawati, 20, warga Banjaran RT 2 RW VI, Desa Jumantoro, Jumapolo, masih tergeletak lemah di tempat tidur Bangsal Kenanga RSUD Karanganyar. Mukanya terlihat sumringah dan segar setelah melahirkan akan pertamanya pada Selasa (11/1) sekitar pukul 03.30 WIB dinihari.

“Jam 00.00 WIB saya sudah kontraksi, lalu dibawa ke RS Jumapolo. Karena di sana bayinya sulit keluar, saya ditemani suami dan adik saya pindah ke RSUD,” kata Erna saat ditemui wartawan di bangsal Kenanga, Selasa (11/1) pagi. Selama di RSUD, dia ditemani ibu iparnya, Satiyem.

Erna merasa sangat beruntung sebab anaknya lahir pada tanggal yang istimewa, yakni 11 Januari 2011. Suami dari Satino, 29, itu pun memberi nama anaknya Ersa Nur Cahyati. Maknanya, anak dari pasangan Ernawati-Satino (Ersa) yang memancarkan cahaya manfaat bagi setiap orang. “Bagi saya ini adalah kelahiran yang sangat luar biasa. Saya hanya berharap, mudah-mudahan anak saya berbakti pada orangtua dan jadi anak yang shalihah,” kata Erna.

Hal senada juga diungkapkan Wiwik Sunarti, 32, warga Dusun Pendem RT 1 RW I, Desa Suruh, Tasikmadu. Dengan kelahiran anaknya pada hari yang istimewa, ia berharap agar putranya itu bisa memberikan keistimewaan, kelak. Baik Wiwik maupun suaminya, Sularno, 32, belum mempersiapkan nama untuk anak keduanya itu.

“Rencananya yang akan memberi nama, simbahnya,” kata Wiwik.

Bayi mungil yang dilahirkan pada pukul 06.00 WIB itu, secara resmi baru akan diberi nama saat aqiqah atau upacara tujuh hari setelah kelahiran. Tubuh Wiwik pun masih kemas. Untuk beberapa hari, selama di RS ia ditemani kakak kandungnya. Sedangkan suaminya sibuk di rumah guna mempersiapkan bancakan.

Mendekati pukul 11.00 WIB, di rumah sakit tersebut juga lahir anak kembar. Ibu kandung dari si kembar, Sukaryanti, belum bisa dimintai keterangan sebab kondisinya masih lemah setelah menjalani operasi caesar.

fas

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…