Senin, 10 Januari 2011 21:21 WIB Sragen Share :

Bayi pasangan Nur-Tri lahir dengan dua gigi seri

Tak ada suara tangis bayi di rumah Nur Ikhsan Hamidi, 23, di Dukuh Ngoncol, RT 1/RW VII, Desa Nglorok, Sragen, pada Senin (10/1) siang. Hanya suara siaran televisi terdengar dari ruang tengah rumah yang dihuni dua kepala keluarga itu. Tri Wahyuni, 22, duduk dengan kaki selonjor diletakkan di atas bangku kecil, sembari melipat kain popok anaknya yang baru lahir lima hari lalu.

Tri Wahyuni membiarkan bayinya tertidur pulas di depan televisi dengan dikerudungi kain kelambu transparan berwarna merah jambu untuk menghindari gangguan nyamuk. Rafi Fuad Hasan, 7, adik Nur Ikhsan yang bungsu tampak asik memandangi keponakan mungilnya yang belum memiliki nama itu. Rafi hanya senyum-senyum sendiri saat memandangi bayi perempuan cantik itu.

Bayi pasangan Nur dan Tri menjadi buah bibir tetangga sekitar, lantaran sejak lahir bayi itu sudah memiliki dua gigi seri di bagian atas. Bahkan dua gigi geraham bawah kanan dan kiri juga mulai tumbuh. Tri diketahui warga sekitar baru melahirkan dengan selamat pada Kamis (6/1) sekitar pukul 00.00 WIB dengan dibantu seorang bidan.

“Saat lahir berat badannya sekitar 2,8 kg dan tingginya 50 cm. Setelah diimunisasi hari ini berat badannya bertambah dua ons menjadi tiga kilogram. Sebenarnya bayi itu lahir pada Rabu (5/1) malam sekitar pukul 23.55 WIB. Namun daripada kesulitan mengurus surat kelahirannya, saya genapkan pada pukul 00.00 WIB jatuh pada hari berikutnya,” ujar Nur Ikhsan yang baru menikah pada April 2010 lalu.

Untuk membuktikan buah bibir warga, Nur bergegas menunjukkan dua gigi bayinya saat sejumlah wartawan bertandang ke rumahnya. Meski dengan kondisi tertidur, Nur memaksa membuka mulut bayi itu dan menunjukan dua buah gigi serinya. Ternyata benar, dua gigi itu tumbuh maksimal. Meski dipaksa membuka mulut, bayi itu pun tak terjaga atau pun menangis. Seusai wartawan mengambil gambar, bayi itu pun kembali tertidur lelap.

“Anak ini memang jarang menangis. Kalau pun <I>ngompol<I> juga tidak pernah menangis. Mungkin tumbuhnya dua gigi bayi ini menunjukkan kekuasaan Tuhan. Saya tidak pernah bermimpi aneh dan tidak pernah ngidam buah yang aneh-aneh pula,” kisah Tri.

Banyak warga mengkait-kaitkan tumbuhan dua gigi bayi itu dengan pekerjaan ayahnya yang menjadi sales makanan ringan berupa jagung goreng atau marning.

“Bayi itu rencananya akan saya beri nama Khoirun Nisa Mumtazah, yang berarti perempuan yang cerdas,” tambahnya.

trh

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…