Minggu, 9 Januari 2011 20:31 WIB Wonogiri Share :

Harga cabai rawit makin melambung

Wonogiri (Espos)–Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Wonogiri terus melambung. Di Pasar Baturetno, harga cabai tersebut bahkan dikabarkan telah menembus Rp 100.000/kg pada Minggu (9/1) siang. Sementara di Pasar Kota Wonogiri  dan Pracimantoro masih Rp 80.000/kg.

Salah seorang warga Batu Kidul, Baturetno, Sari, kepada Espos, mengaku kaget saat berbelanja di Pasar Baturetno dan membeli cabai rawit merah ternyata harganya sudah menembus angka Rp 100.000/kg. Padahal sehari sebelumnya masih Rp 90.000/kg.

“Wah ini sih bukan naik lagi tapi ganti harga. Masa dalam sehari naiknya Rp 10.000/kg? Sampai kapan kondisi ini akan terus berlangsung? Padahal, makan itu kalau tidak pakai sambal juga tidak nikmat,” ujarnya.

Sementara itu di Pasar Kota Wonogiri, pedagang sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) di pasar setempat, Tuminah mengungkapkan sejak naik menjadi Rp 65.000/kg sekitar dua pekan lalu, harga cabai rawit merah belum juga menunjukkan tanda-tanda menurun. Bahkan, terus naik dan hingga Minggu siang kemarin harganya di Pasar Kota Wonogiri masih berkisar Rp 80.000/kg.

“Saya sendiri heran, padahal pasokannya sebenarnya juga cukup lancar. Hampir setiap hari ada pasokan. Tapi kok harganya nggak turun-turun juga. Malah cenderung naik,” ungkap Tuminah, saat ditemui di kiosnya, Minggu siang.

Tuminah menambahkan fakta bahwa harga cabai rawit masih tinggi ternyata tidak menurunkan minat masyarakat membeli cabai. Menurut dia, permintaan cabai rawit merah dari masyarakat masih relatif stabil.

Di Pracimantoro, yang merupakan salah satu daerah penghasil cabai, harga cabai rawit merah juga masih berkisar di angka Rp 80.000/kg. Salah satu warga Trukan, Pracimantoro, Ny Triyono mengatakan pemilik warung di sekitar rumahnya sampai harus membungkus cabai rawit menggunakan kantong plastik. Satu kantong plastik berisi tujuh buah cabai rawit, harganya Rp 2.000/bungkus.

“Para pedagang di sekitar rumah mengatakan mereka membeli dari petani Rp 65.000/kg. Sedangkan di pasar sekitar Rp 80.000/kg. Mereka kemudian membungkus cabai-cabai itu menggunakan kantong plastik. Tiap kantong berisi tujuh buah cabai dan harganya Rp 2.000/bungkus. Jadi kalau dihitung satu buah cabai harganya hampir Rp 300. Benar-benar tidak masuk akal,” katanya.

Ny Triyono mengaku hanya bisa pasrah. Dia mengatakan tidak bisa mengurangi konsumsi cabainya. Sebab, hampir seluruh keluarganya suka makan pakai sambal.


shs

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…