Minggu, 9 Januari 2011 11:24 WIB News Share :

Empat Cabup Grobogan optimis menang Pilkada

Grobogan (Espos)--Empat calon bupati (Cabup) peserta Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Grobogan menyatakan optimis memenangi Pilkada dan siap memimpin Kabupaten Grobogan lima tahun ke depan (2011-2016).

Optimisme tersebut disampaikan keempat Cabup usai mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing, Minggu (9/1) pagi.

Cabup nomor urut 1, Sri Sumarni (SIP) nyoblos di TPS 4, Dusun Gebangan, Desa Putat bersama keluarganya sekitar pukul 09.00 WIB. “Dengan dukungan partai pengusung dan pendukung serta masyarakat, saya optimis menang dengan perolehan suara 50%,” tegas Sri Sumarni, usai coblosan.

Cabup nomor 2, Pangkat Djoko Widodo (Janur) yang nyoblos di TPS 10, SMK Purwodadi Kelurahan Danyang bersama anak dan istri, pukul 08.15 WIB menyatakan bakal meraih suara terbanyak. “Selain dukungan partai, dukungan masyarakat dan ulama menjadikan kami optimis meraih suara terbanyak,” ujarnya.

Cabup nomor 3, Bambang Pudjiono (BAIK) bersama isteri dan anak nyoblos di TPS 16, aula KPH Purwodadi, Kelurahan Purwodadi sekitar pukul 09.00 WIB juga menyatakan optimis unggul. “Dengan segala upaya dan kerja keras serta doa bersama yang digelar di sejumlah titik, kami optimis unggul di semua kecamatan,” katanya.

Sementara Cabup nomor 4, Budisatyo (Budi-Edy) sekitar pukul 09.00 WIB dengan berjalan kaki menuju TPS 26 di Gedung PWRI, Jetis, Kelurahan Purwodadi yang letaknya tak jauh dari rumahnya.

Budisatyo yang berpasangan dengan Cawabup Edy Mulyanto dan diusung partai Hanura, PDP dan PNBK Indonesia juga menyatakan optimis memenangi Pilkada Groboagn 2011.

rif

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…