biografi-anas-urbaningrum
Minggu, 9 Januari 2011 12:38 WIB Sragen Share :

Anas
PD harus pengusung Yuda

Sragen (Espos)--Kemelut yang terjadi antara PDIP dengan tiga partai lain terkait siapa partai pengusung pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki (Yuda), hingga kini belum mencapai titik terang.

Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), sementara masih kukuh pada pandangannya bahwa PDIP adalah satu-satunya partai yang berhak mengusung Yuda, mengingat pasangan itu sendiri yang mendaftar pada PDIP. Sedangkan tiga partai lain, yaitu Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga merasa berhak menjadi partai pengusung, kendati selama ini PDIP hanya memposisikan tiga partai itu sebagai pendukung.

Terkait hal itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD, Anas Urbaningrum menegaskan PD harus tetap menjadi partai pengusung. Hal tersebut sejalan dengan amanah rekomendasi DPP yang menegaskan PD akan mengusung pasangan Yuda pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sragen, Maret 2011 mendatang. “DPP tidak pernah merekomendasikan pasangan Yuda sebagai pendukung. PD sebagai pengusung. Tidak masalahkan kalau diusung lebih banyak partai,” kata Anas, saat ditemui wartawan, seusai menyaksikan laga perdana Liga Primer Indonesia (LPI) di Solo, Sabtu (8/1).

Anas menilai kemelut yang terjadi antarpartai di Sragen hanya lantaran belum ada komunikasi. Menurut dia, perkara siapa partai pengusung seharusnya tidak perlu dijadikan persoalan. Semua partai yang memiliki visi sama mengusung pasangan Yuda mestinya lebih fokus untuk bekerja, bagaimana memenangkan pasangan tersebut. Dia menegaskan, keputusan DPP PD untuk mengusung pasangan Yuda sudah bulat. Keputusan itu telah melalui tiga kali tahapan survei dan diyakini menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat di Bumi Sukowati.

Disingung mengenai sejumlah kader internal PD yang memberi tanggapan menolak rekomendasi DPP, Anas, didampingi Koordinato Tim Sembilan Penjaringan Balon Pilkada Sragen, Sudewo, menyatakan DPP akan meredam penolakan tersebut. Sudewo memastikan DPP akan turun langsung ke Sragen, paling lambat akhir bulan ini, untuk memberi penjelasan kepada kader PD Sragen. Jika setelah langkah itu diambil masih ada kader yang mbalela, DPP tidak segan memberikan sanksi tegas.

“Kalau memang masih seperti itu, kita punya aturan. Semua akan diproses, jika perlu sanksi ya kita berikan sesuai tingkat kesalahan. Yang paling berat tentu harus keluar atau dipecat,” tandas Sudewo.

tsa

lowongan pekerjaan
Editor,Setter,Ilustrator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…