(Foto: thinkstock)
Sabtu, 8 Januari 2011 10:16 WIB Internasional Share :

Handuk 'bersarang' di usus wanita selama tiga tahun

(Foto: thinkstock)

Chhattisgarh, India--Kasus aneh dialami seorang wanita India yang sering mengalami sakit perut. Setelah dioperasi, dokter ternyata menemukan handuk yang diperkirakan telah bersarang di ususnya selama tiga tahun setelah operasi caesar yang pernah dilakukan.

Handuk tersebut bersarang  di usus Sabnam Praveen, wanita berusia 30 tahun asal Bilaspur, Chhattisgarh, India. Sabnam dibawa ke Chhattisgarh Institute of Medical Sciences (CIMS) di kota Bilaspur, Chhattisgarh, setelah mengeluh sakit perut parah yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Yang sangat mengejutkan, tim dokter bedah yang dipimpin oleh Dr Neeraj Sindey, melakukan pembedahan dan menemukan handuk dengan bagian-bagiannya yang telah membusuk di usus Sabnam.

Suami Sabnam, Nassibuddin, mengatakan telah menghabiskan lebih dari 100 ribu rupee atau lebih dari Rp 20 juta untuk melakukan perjalanan ke berbagai rumah sakit untuk mengetahui penyebab sakit di perut isterinya, tapi ternyata hanya sia-sia.

“Sebagian besar uang itu adalah pinjaman untuk membawa isteri saya ke beberapa rumah sakit di India,” jelas Nassibudin, suami Sabnam, seperti dilansir sifynews, Sabtu (8/1).

Nassibudin mengatakan, di kebanyakan rumah sakit dokter mengatakan bahwa mungkin ada tumor di perut istrinya, tetapi dokter di CIMS menegaskan bahwa ada handuk di usus Sabnam dengan dasar serangkaian tes.

Sabnam yang masih berada dalam bangsal bedah CIMS, kini berencana untuk mengajukan perkara dengan dokter di sebuah rumah sakit di kota Ambikapur, karena ia dan suaminya percaya bahwa dokter tersebut telah meninggalkan handuk di dalam perutnya ketika ia melakukan operasi caesar pada akhir tahun 2007.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…