Sabtu, 8 Januari 2011 02:42 WIB Wonogiri Share :

421 Km jalan di Wonogiri rusak

Wonogiri (Espos)–Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri mencatat kerusakan jalan di berbagai penjuru wilayah setempat mencapai 41% atau setara 421,89 kilometer (km) dari total panjang jalan 1. 209 Km, tak termasuk kerusakan jalan poros desa.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Kabupaten Wonogiri, Hastoni, ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (7/1). Dia mengatakan alokasi dana untuk perbaikan yang sangat terbatas mengakibatkan penanganan kerusakan jalan tak bisa berjalan sesuai harapan. “Data terakhir DPU, bulan delapan (Agustus-red) 2010 tercatat jalan yang kondisinya baik hanya 51% dari total panjang keseluruhan 1.029 Km. Sedangkan sisanya sekitar 41% dalam kondisi rusak, dengan kategori rusak ringan dan berat,” jelasnya dalam kesempatan itu di Kantor DPU.

Menurut Hastoni, untuk keperluan perawatan rutin dan berkala pada tahun 2011, Pemkab Wonogiri mengalokasikan dana sekitar Rp 3 miliar, meliputi perawatan rutin sekitar Rp 2,6 miliar dan sisanya Rp 400 juta untuk kegiatan perawatan berkala. Meski mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2010, alokasi anggaran itu dinilai masih jauh dari mencukupi guna menangani semua kerusakan.

“Maunya semua yang rusak diperbaiki. Tetapi dengan terkendala dana konsekuensinya DPU harus buat skala prioritas. Tidak aneh jika kemudian jalur-jalur besar dan vital dulu yang ditangani dan jalan-jalan dengan urgensi lebih kecil menyusul. Semua kembali kepada persoalan dana,” tandasnya.

Hastoni juga menjelaskan, terkait penanganan jalan rusak, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan anggaran dari pemerintah pusat atau APBN. Selain jalan lingkar kota (JLK), kata dia, ada tiga ruas jalan berbeda yang juga akan ditingkatkan kualitasnya. Ketiga lokasi jalan tersebut yaitu antara Karangtengah – Purwoharjo, jalan Sidoharjo – Girimarto, serta jalan Purwantoro – Bulukerto.

Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Manjung, Wonogiri Kota, mendesak perbaikan jalan antar-desa ke Mlokomanis Kulon dan Ngadirojo Lor, Ngadirojo, yang rusak sejak lama. Keberadaan jalur itu dinilai sangat penting guna menunjang kemajuan wilayah dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kades Manjung, Hartono, bahkan menyebutkan permohonan perbaikan pernah diajukan bersama dengan tiga desa lain, yaitu Purwosari, Ngadirojo Lor, dan Mlokomanis Kulon. Namun sejauh ini hal itu tak mendapat tanggapan. “Kerusakan jalan membuat warga Manjung yang hendak ke Ngadirojo atau sebaliknya harus memutar dengan rute yang lebih jauh hampir 10-an Km,” ujarnya.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…