Jumat, 7 Januari 2011 16:26 WIB Ekonomi Share :

Tarif KA Ekonomi naik, PT KAI janjikan fasilitas kipas angin dan toilet bersih

Jakarta — Tarif kereta api kelas ekonomi akan naik berkisar Rp 500 hingga Rp 8.500 tergantung jarak tempuh. Dengan kenaikan ini banyak fasilitas yang dijanjikan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan dengan kenaikan ini fasilitas kereta api kelas ekonomi bakal ditingkatkan.

“Fasilitas KA yang akan ditingkatkan adalah keamanan penumpang, kipas angin, lampu bordes dan penumpang, kebersihan toilet, dan fasilitas keselamatan seperti alat pemadam api ringan. Selain itu ada restorasi untuk KA jarak jauh dan sedang,” tutur Sulistyo dalam jumpa pers di Kantor JRC, Jakarta, Jumat (7/1/2011).

Sulistyo mengatakan, kenaikan tarif KA ekonomi ini merupakan hal baru sebab sejak 2002-2008 tidak ada kenaikan tarif KA ekonomi. “Tapi di 2009 justru KAI menurunkan tarif KA ekonomi. Jadi kenaikan tarif diperlukan untuk mendukung KAI meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” kata Sulistyo.

Menurutnya, besaran kenaikan tarif ini tetap memperhatikan kepentingan dan kemampuan masyarakat luas. “Kami akan terus meningkatkan keamanan dan ketepatan waktu sebagai variabel penting keselamatan konsumen,” tukas Sulistyo.

Seperti diketahui, mulai besok Sabtu (8/1), seluruh tarif kereta api kelas ekonomi naik.

Besaran kenaikan tarif kereta api ekonomi ini terbagi dalam 5 jenis tarif antara lain:

* Tarif KA ekonomi jarak jauh antara Rp 4.000-8.500
* Tarif KA ekonomi jarak sedang Rp 1.000-5.500
* Tarif KA ekonomi jarak dekat Rp 500-2.000
* Tarif Kereta rel diesel Rp 500- 1.500
* Tarif KRL Rp 500-2.000.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…