Jumat, 7 Januari 2011 20:34 WIB Klaten Share :

Kisah cinta berawal di fb, berakhir di bui...

Adtya Triwidagdo barangkali tak terlalu sulit mengenal seorang lawan jenis hanya dari jagad maya. Sebab, jalinan pertemanan Adit di facebook telah mencapai 3.500 orang, sebuah angka yang cukup fantastis untuk seorang remaja berusia 19 tahun itu. Dari situlah Adit memulai kisah cintanya bersama Melati, seorang gadis SMP yang ia kenal delapan bulan silam. “Dari facebook, kami lantas saling bertukar nomor dan akhirnya janjian bertemu,” kata remaja lulusan SMEA tahun 2009 itu.

Pertemuan, terkadang memang sebuah teka teki. Dan Adit, lelaki asal Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Klaten itu akhirnya terjerembab pada hubungan terlarang. Mereka yang tengah dimabuk asmara pun akhirnya jatuh dalam rasa sesal yang berkepanjangan. “Keluarga perempuan tak terima karena anaknya telah ternodai,” kata Kapolres Klaten melaui Kasatreskrimnya, AKP Edy Suranta Sitepu di Mapolres Klaten, Jumat (7/1).

Adit memang tak menampik bahwa dirinya telah enam kali melakukan hubungan badan bersama kekasihnya itu. Hubungan terlarang itu, menurut pengakuannya, bahkan dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun, apapun alasanya, segelas susu yang ternoda tetaplah ternoda semuanya. “Adit diciduk di Jogja ketika masih bersama kekasihnya di dalam kamar kos,” lanjut Edy.

Kepada wartawan, Adit mengaku sungguh mencintai kekasihnya itu. Jauh hari sebelum mereka jatuh pada hubungan terlarang, Adit pernah mencoba berkenalan dengan orangtua Melati secara baik-baik. Namun, upaya Adit rupanya bertepuk sebelah tangan. “Orangtuanya diam saja kalau saya ke rumahnya. Akhirnya, kekasih saya yang ke rumah dan bahkan menyusul ke Jogja,” ceritanya.

Kini, nasi telah menjadi bubur. Adit hanya bisa mengutuk rasa sesal di hati. Kisah cintanya bersama kekasihnya itu mungkin telah kandas. Di balik jeruji penjara Mapolres Klaten, Adit hanya bisa berharap semoga keluarga kekasihnya masih memberi maaf. “Syukur bisa mencabut kembali laporannya,” harapnya.

Cerita di balik penangkapkan Adit sebenarnya masih berbuntut panjang. Keluarga Adit rupanya masih tak terima dengan penangkapan itu. sebab, sebelum Adit diciduk, dia terlebih dahulu mendapatkan bogem mentah dari kakak kekasihnya yang juga seorang anggota polisi dari Polres Wonogiri. “Saya sebenarnya tak masalah ketika dipukul kakaknya. Tapi, paman saya tetap emosi dan tak terima,” akunya.

asa

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….