Jumat, 7 Januari 2011 20:21 WIB Sukoharjo Share :

25 Anak putus sekolah dikirim ke panti sosial

Sukoharjo (Espos)--Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo mengirimkan 25 anak putus sekolah ke Panti Pamardi Putra di Semarang untuk mengikuti pelatihan ketrampilan, pembinaan sosial dan mental.
Kasi Pengembangan, Pemberdayaan, dan Kesejahteraan Sosial Dinsos Sukoharjo, Sarmadi mengutarakan, 25 orang yang dikirim tersebut merupakan remaja dari keluarga miskin yang putus sekolah di tingkat SMA. Mereka akan dibina di Panti Pamardi Putra selama setahun.

“Selama setahun itu, mereka akan dibina tentang ketrampilan otomotif, las listrik, dan lain-lain. Selain itu, yang juga penting, pembinaan sosial dan mental agar remaja yang pengangguran itu tidak terjerumus pada perilaku negatif,” urai Sarmadi ketika dijumpai wartawan di sela-sela pelepasan 25 anak putus sekolah oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya di Ruang Kerja Bupati, Jumat (7/1).

Setelah menjalani pembinaan itu, anak-anak tersebut diharapkan bisa disalurkan ke sejumlah perusahaan di Jawa Tengah atau membuka usaha sendiri alias berwiraswasta. Dengan demikian, anak-anak tersebut tidak lagi tercatat sebagai pengangguran.

“Beberapa waktu lalu, kami juga mengirimkan anak-anak yang bisa dibilang ‘nakal’ ke panti sosial di Semarang dan Magelang. Program ini dilakukan Pemkab, melalui Dinsos bekerjasama dengan Karang Taruna Sukoharjo untuk melakukan pembinaan terhadap mereka,” terang Sarmadi.

Kepala Dinsos Sukoharjo, Suryanto menambahkan, penjaringan 25 anak putus sekolah yang mengikuti program pembinaan tersebut telah melalui tahap penjaringan. Sebelumnya, terdapat sekitar 125 anak yang ikut seleksi.

“Bagi mereka yang tidak bisa ikut program pembinaan di panti sosial, maka dibina melalui kegiatan karang taruna. Karena masing banyak anak-anak yang perlu mendapatkan pembinaan seperti itu,” ujar Suryanto.

Ketua Karang Taruna Sukoharjo, Eko Rahardjo menambahkan, kerjasama antara kelompok karang taruna di berbagai desa dan kelurahan Sukoharjo dengan Dinsos sudah berjalan cukup baik. Terutama dalam hal untuk pembinaan sosial dan mental terhadap anak putus sekolah.

hkt

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…