Kamis, 6 Januari 2011 18:13 WIB Sport Share :

Sambernyawa gagal bangkit

Solo (Espos)–Persis Solo gagal bangkit dari dasar klasemen sementara Divisi Utama Grup 2, setelah pada bentrok lawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Kamis (6/1) ditekuk 1-2 (1-1).

Tim berjuluk Laskar Sambernyawa berhasil membobol gawang Persik lebih dulu melalui gol cantik Budiana menit 10. Sedangkan dua gol Persik semuanya diborong Andrian Trinidad menit 17 dan 65.
Pelatih Persis, Sukisno menyatakan materi pemainnya kalah kualitas dibanding para pemain Persik. Namun dari segi permainan, dia menyatakan rasa puasnya.

“Dari pengamatan pribadi saya, permainan anak-anak sebenarnya mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Tetapi karena pemain kami banyak yang muda mereka kurang jam terbang, sehingga gagal memenangkan pertandingan,” kata Sukisno.

Menurut dia buruknya penyelesaian akhir skuatnya menyebabkan hilangnya peluang bagus yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Dia berpendapat tipe dua striker di skuatnya bukan goal getter murni.

Terkait itu jika nanti skuatnya akan menambah pemain, pihaknya berharap diprioritaskan pada striker yang bagus. Sebab pihaknya mengaku amat membutuhkan pemain serang yang memadai.
Menyinggung soal dua gol yang menjebol gawang skuatnya, Sukisno menyatakan hal itu akibat kesalahan barisan lini belakang. Dia berpendapat dua gol itu menjadi petaka bagi skuatnya akibat kesalahan passing pemain belakang.

Sementara itu Pelatih Persik, Jaya Hartono mengatakan mengaku bersyukur dengan raihan tiga angka di kandang Persis ini. Namun dia mengakui gol cepat Budiana ke gawang skuatnya yang dikawal Hery Prasetyo sempat mengagetkannya.

Beruntung, katanya, dalam tempo tak begitu lama skuatnya mampu menyamakan kedudukan melalui titik penalti. “Setelah saya mempelajari permainan Persis, anak-anak langsung saya suruh melakukan pressing dan berhasil. Karena pemain Persis menjadi down dan kami berhasil memenangkan pertandingan,” terang dia.

Ditanya soal kepemimpinan wasit, Agus Fauzan asal Sleman, Jaya enggan berterus terang. “Ya seperti itu…Tetapi saya memang menginstruksikan pemain saya agar tidak protes ke wasit. Sebab bisa-bisa nanti malah kena kartu kuning,” katanya.

Sedangkan jalannya bentrok dua tim kemarin berlangsung cukup seru. Disaksikan sekitar 7.000 pendukungnya Persis lebih dulu menjebol gawang Persik melalui tendangan keras Budiana dari luar kotak penalti.

Untuk dua gol Persik yang diborong Andrian kemarin, tercipta dari titik penalti dan tendangan keras dari dalam kotak terlarang. Kemenangan Persik di Manahan ini disambut sekitar 50 pendukung Persik yang ikut ngluruk ke Solo.

yud/ian

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…