Kamis, 6 Januari 2011 19:38 WIB Sport Share :

Persis belum bubar

Solo (Espos)--Ancaman mundur Persis Solo dari kompetisi Divisi Utama seusai menjamu Persik Kediri, batal direalisasi kendati wasit yang memimpin pertandingan Agus Fauzan asal Sleman dinilai tak adil. Ketua Umum Persis, Hadi “Rudy” Rudyatmo menyatakan akan menggelar rapat dengan pengurus, manajemen, suporter dan yang terkait lainnya terlebih dulu.

“Secara pribadi saya pengin mundur, karena selain kondisi keuangan, selama menjalani kompetisi di Divisi Utama, Persis mendapat perlakuan tidak fair play. Tetapi saya tentu tidak bisa memutuskan (nasib Persis) secara sendirian. Nanti kami akan rapat dulu memusyawarahkan persoalan ini sehingga nanti ada keputusan secara kolektif,” ujar dia ketika ditemui seusai pertandingan di Stadion Manahan Solo, Kamis (6/1).

Pada pertandingan kemarin Persis gagal memetik poin setelah ditekuk Persik 1-2 di Stadion Manahan Solo. Dengan demikian Persis semakin terpuruk di dasar klasemen sementara Divisi Utama Grup 2.

Lebih lanjut Rudy mengatakan pihaknya akan menjalankan apa yang diputuskan dalam rapat tersebut. Jika hasil rapat tersebut memutuskan Persis tetap akan melanjutkan, pihaknya akan menjalankan keputusan tersebut.

Namun pihaknya berharap akan ada batasan waktu tertentu untuk toleransi pada penampilan Persis. “Kalau terus mungkin akan ada batas waktu sampai pertandingan melawan PSCS Cilacap atau sampai kapan,” tandas dia.

Sinyal keinginan Persis akan mundur dari Divisi Utama sebenarnya sudah digaungkan Rudy saat acara rapat koordinasi dengan LPI dan Polda Jateng di Mapolresta Solo, Kamis pagi. Di sela-sela acara Rudy mengatakan niatnya mundur bukan hanya karena sering mendapat perlakuan tidak fair.

Alasan terbesarnya, yakni krisis finansial yang selama ini melilit Persis. Harapannya, pada musim ini ada gelontoran dana APBD dari Pemkot Solo, namun itu  juga tak kunjung turun.

“Jika mengharapkan APBD terus juga riskan. Oleh karenanya, secara pribadi saya ingin mundur. Saya sudah mengungkapkan dengan pak Wali (Wali Kota Solo, Joko Widodo),” ujarnya

Terpisah, Walikota Solo, Joko Widodo mengaku belum bisa memberi masukan atas keinginan Persis mundur. Meski demikian, ia memang sudah melakukan pembicaraan dengan Ketum Persis.
“Belum ada koordinasi lebih lanjut, namun pembicaraan sudah ada,” ujarnya singkat.

Sementara itu Presiden Pasoepati, Bimo Putranto mengatakan secara pribadi bisa memahami keputusan Rudy. Namun pihaknya juga menyatakan harus melontarkan persoalan ini kepada anggota.
Di sisi lain dia berharap skuatnya tetap mendukung Persis yang menjadi salah satu tim kebanggaan wong Solo ini. Selain itu dia juga menyatakan akan mendukung penuh keberadaan Solo FC yang hendak berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

“Bagi Pasoepati mendukung Solo FC bukan suatu yang mustahil. Sebab ketika dulu Pelita dan Persijatim Solo FC bermarkas di Solo kami juga mendukung kedua tim itu,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

ian/yud

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…