Kamis, 6 Januari 2011 23:55 WIB Solo Share :

Penghuni Kentingan Baru siap direlokasi

Solo (Espos)--Konflik atau sengketa lahan Kentinga Baru, Jebres, mulai menemukan titik terang menyusul turun tangannya orang nomor dua di Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Berdasar informasi yang dihimpun Espos Kamis (6/1), penghuni lahan Kentingan Baru yang semula bertekat tidak mau pindah kini telah setuju direlokasi. Pernyataan persetujuan mereka sampaikan dalam pertemuan dengan Rudy dan Camat Jebres, Basuki Anggoro Hexa Selasa (4/1) malam di Aula Kecamatan Jebres.

Kemudian Rudy menyampaikan sikap penghuni lahan itu kepada pemegang sertifikat tanah dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Jebres, Rabu (5/1) malam. Enam wakil dan pemegang sertifikat hadir dalam pertemuan dengan Rudy diantaranya Bayu Wusono yang merupakan wakil dari Soetantyo, bos PT Djitoe Indonesian Tobacco co Solo. Hadir juga Rustina Salim, Dhani anak dari Endang Kuswandani atau keponakan Singgih Yudoko, Tony wakil dari Rustam, Tarno dan wakil dari Muhammad Anwari.

Sumber Espos yang tergabung dalam tim mediasi pemegang sertifikat tanah dan ikut pertemuan dengan Rudy, mengungkapkan penghuni lahan meminta kontribusi material bangunan selain lahan relokasi. Sehingga bila dikalkulasi nominal dana atau biaya relokasi tiap kepala keluarga (KK) Kentingan Baru mencapai Rp 10 juta. Uang sebesar itu diperuntukkan pengadaan tanah Rp 8 juta, material bangunan Rp 1 juta dan pengurusan sertifikat tanah Rp 1 juta.

Menurut sumber Espos pemegang sertifikat meminta waktu dua hari untuk mengkaji permintaan penghuni lahan. “Sejak Pak Rudy (Wawali-red) turun tangan suasana menjadi cair. Opsi ini sangat realistis, pemegang sertifikat mau tidak mau harus ambil,” ungkap dia.

Setidaknya awal pekan depan Rudy akan kembali mengumpulkan penghuni Kentingan Baru untuk menyampaikan sikap pemegang sertifikat tanah. Di sisi lain Camat Jebres, Basuki Anggoro Hexa membenarkan telah terjadi pertemuan penghuni Kentingan Baru dengan Wawali Selasa lalu. Begitu juga pertemuan pemegang sertifikat tanah dengan Wawali Rabu malam.

Hanya saja dia tidak mau menyampaikan detail poin pertemuan yang menurutnya memiliki peran sentral dalam penyelesaian sengketa Kentingan Baru. “Bersyukur kepada Tuhan. Terima kasih kepada Pak Rudy yang telah memberikan penyelesaian terbaik,” katanya sembari tersenyum.

Sementara Ketua Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru, Wiwik Tri Setyoningsih tidak mau memberikan keterangan.

kur

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…