Kamis, 6 Januari 2011 18:00 WIB Solo Share :

Pemkot Solo evaluasi titik-titik reklame sepi peminat

Solo (Espos)–Tim Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mengevaluasi keberadaan titik-titik reklame di sejumlah lokasi yang selama ini cenderung sepi peminatnya.

Pemkot mencatat setidaknya ada lima billboard dan enam baliho yang seringkali tidak laku saat ditawarkan dalam pelelangan. Lima billboard tersebut masing-masing berlokasi di kawasan ringroad Mojosongo, Jebres; di Jl Kol Sutarto; di Jl Ir Sutami; wilayah Pucang Sawit, Jebres; dan di kawasan Komplang. Sementara dari enam baliho yang dimaksud antara lain berlokasi di sekitar SMAN 7 Solo; sekitar LotteMart ; di kawasan Pasar Ayam Silir, Semanggi.

Kepala Bidang Pendaftaran Pendataan (Dafda) dan Dokumentasi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Solo, Suhanto saat ditemui wartawan di Balaikota Solo, sesaat sebelum mengikuti rapat evaluasi bersama Tim Pemkot, Kamis (6/1) mengatakan evaluasi titik-titik reklame tersebut diperlukan agar dapat segera diambil langkah sehingga target Rp 4,8 miliar dari pajak reklame tahun ini bisa terpenuhi.

“Melalui evaluasi ini, kami akan mengkaji penyebab belum lakunya titik-titik reklame tersebut, untuk mencari solusi selanjutnya. Apakah nantinya titik-titik tersebut dipindahkan, atau diturunkan harga dasarnya, akan dibahas lebih lanjut dalam pengkajian tersebut,” terang Suhanto.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…