Kamis, 6 Januari 2011 17:22 WIB Wonogiri Share :

PDIP dan PG rombak anggota komisi di DPRD

Wonogiri (Espos)–PDIP dan Partai Golkar (PG) Wonogiri, merombak anggota DPRD Wonogiri yang duduk di komisi. Selain di komisi, kedua partai itu juga merubah personelnya di alat kelengkapan Dewan yang lain, seperti Badan Kehormatan (BK), Badan Legislatif (Baleg), Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Anggaran (Baang).

Perombakan itu terungkap pada rapat paripurna yang dihadiri 35 dari 50 anggota DPRD Wonogiri dan dipimpin Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha, Kamis (6/1). Empat anggota PDIP yang tergabung dalam FPDIP ditukar posisi ke komisi lain. Dua pimpinan komisi, yakni MH Zaenudin yang selama ini menjabat Ketua Komisi D dan Catur Winarko, Ketua Komisi C diturunkan menjadi anggota komisi. Jabatan keduanya digantikan oleh Setyo Sukarno untuk Ketua Komisi C dan Martanto untuk Ketua Komisi D.

Setyo awalnya menjadi anggota Komisi A dan bertukar tempat dengan Catur, sementara Martanto yang semula menjadi anggota Komisi B bertukar posisi dengan MH Zaenudin. Posisi Martanto di Badan Kehormatan digantikan oleh Catur Winarko. Di tubuh PG Wonogiri, juga mengubah posisi empat anggotanya.

Yakni, Sugiyarto yang semula menjadi anggota Komisi A diganti oleh H Sutrisno. H Sutrisno sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi B, sehingga jabatannya digantikan oleh Sugiyarto. Sedangkan Sekretaris Komisi A Tuharno bertugas tempat dengan jabatan yang sama dengan Samino, Sekretaris Komisi D. Posisi Ketua Badan Kehormatan yang semula ditempati Sugiyarto, digantikan oleh Suhardono.

Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha menyatakan perombakan anggota DPRD didasarkan pada peraturan DPRD No 1/2009 tentang Tatib DPRD pasal 47, 50, 53, 54, 57 dan 59. “Jabatan ketua, wakil ketua dan sekretaris komisi paling lama 2,5 tahun. Sementara masa tugas anggota BK paling lama 2,5 tahun,” ujar Wawan.

Wawan berharap perbedaan politik tidak menjadi penghalang tetapi merupakan pelangkap dalam dinamika politik. Catur Winarko, usai rapat paripurna mengaku legawa. “Saya turun jabatan, tidak apa-apa. Sebagai petugas partai, kami siap ditempatkan di mana saja. Kami berharap mudah-mudahan bisa bekerja lebih baik.”

Ketika ditanya apakah perombakan ini karena faktor like and dislike, Catur enggan berkomentar. Sedangkan Sekretaris DPD PDIP Wonogiri, Setya Sukarno menepis adanya dugaan suka atau tidak suka dalam memutasi anggota DPRD. “Wajar ada rolling anggota Dewan, karena untuk penguatan. Fraksi tangan panjang partai, sehingga ingin memaksimalkan fungsi partai. Mutasi tidak ada unsur suka atau tidak suka.”

Hal sama dikemukakan, bendahara DPD PG Wonogiri, Suhardono, kalau mutasi untuk penyegaran dan pengalaman bagi anggota.

tus

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…