kajari
Kamis, 6 Januari 2011 15:03 WIB News Share :

Kajari Bojonegoro terima sanksi, akui lemah pengawasan

Surabaya–Setelah memenuhi panggilan dan menerima sanksi dari Kejagung melalui Kajati Jatim, Kepala Kejari Bojonegoro Wahyudi ikhlas menerima sanksi teguran secara tertulis.

“Saya mendapatkan teguran tertulis, Pak Hendro dicopot, Bu Tri dicopot jaksanya, Widodo diberhentikan tidak hormat. Saya menerimanya. Saya siap. Seorang jaksa harus siap,” kata Kajari Bojonegoro Wahyudi kepada wartawan usai memenuhi panggilan Kajati Jatim M Farela, di gedung kejati, Jalan Ahmad Yani, Kamis (6/1).

Wahyudi menjelaskan, dirinya sudah menerima putusan tentang kasus Kasiem terpidana kasus penyelewengan pupuk bersubsidi. Sebagai pimpinan, dirinya juga sudah menandatangani P48 (surat perintah melaksanakan putusan MA untuk eksekusi tahanan). Namun bawahannya, tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksinya. “Saya akui, saya lemah dalam pengawasan melekat (Waskat),” tuturnya.

Dengan kejadian kasus napi ditukar sebagai hikmah bagi dirinya. Ia tidak akan mengulangi perbuatannya hingga menghebohkan kasus hukum di Indonesia. “Untuk diri saya sendiri ke depan harus lebih hati-hati. Sekarang sudah hati-hati,” ujarnya.

Sementara hukuman disiplin bagi Hendro Sasmito yang dicopot dari jabatannya sebagai Kasi Pidana Khusus (Pidsus) dan Tri Murwani dicopot dari jabatan jaksa fungsional menjadi staf biasa. Menurut PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS adalah hukuman berat. Pasalnya, Hendro maupun Tri sesuai aturan tidak boleh mengajukan banding dan harus menerimanya.

Hendro yang juga mendampingi Kajari Bojonegoro menghadap ke Kajati Jatim, enggan berkomentar atas sanksi yang diterimanya. “Saya tidak mau berkomentar,” katanya.

Seperti diberitakan, dengan imbalan uang Rp 10 juta, Karni rela menggantikan posisi Kasiem meringkuk di dalam sel penjara Lapas Bojonegoro sejak dilakukan eksekusi  Kejari Bojonegoro 27 Desember 2010 lalu.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan petugas Lapas Bojonegoro yang sebelumnya sempat mengetahui wajah terdakwa Kasiem. Setelah ditelusuri, ternyata benar bahwa yang dijebloskan ke dalam sel tahanan adalah orang yang salah. Karni sendiri, telah mengakui bahwa dirinya mendapat imbalan uang dari Kasiem untuk menggantikannya menerima hukuman di dalam penjara.

Dalam kasus ini, Kasiem mestinya menjalani hukuman atas putusan Kasasi untuk 2 perkara sekaligus. Yakni Kasasi nomor 2726K dan 2712K yang semuanya menguatkan putusan PN Bojonegoro dan PT yang telah menjatuhkan vonis 3 bulan 15 hari terkait kasus penyelewengan pupuk bersubsidi. Kasiem harus mendekam di dalam sel tahanan selama tujuh bulan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO —¬†Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…