Kamis, 6 Januari 2011 21:56 WIB Pendidikan Share :

Kadisdikpora Solo
“Hilangkan SNMPTN”

Solo (Espos)–Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Rakhmat Sutomo, mengusulkan agar  Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dihilangkan.

Ketika akan menerima mahasiswa baru, PTN bisa menggunakan nilai kelulusan ataupun nilai ujian nasional (UN) sebagai dasar pertimbangan. Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (5/1), Rakhmat menguraikan dengan kebijakan baru dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), formula kelulusan tak hanya ditentukan berdasarkan hasil UN, tapi sekolah diberi ruang untuk ikut menentukan kelulusan siswa.

Yaitu 60% ditentukan oleh nilai UN, 40% ditentukan oleh nilai sekolah yang mencakup nilai rata-rata ujian sekolah tertulis dan praktik, serta nilai rata-rata rapor semester III, IV dan V.  Artinya nilai kelulusan yang nantinya dihasilkan juga menggambarkan kemampuan siswa secara keseluruhan.  Sehingga hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan PTN untuk menyeleksi calon mahasiswa baru. “Kalau bukan berdasarkan nilai kelulusan, bisa berdasarkan nilai UN. Jadi tidak perlu lagi ada SNMPTN. Menurut saya soal UN saat ini sudah berbobot,” ungkapnya.

Selain alasan efisiensi dana, Rakhmat berpendapat usulan itu ia lontarkan karena penyusunan soal-soal UN selama ini juga melibatkan pihak perguruan tinggi. Yaitu adanya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang notabene berasal dari unsur perguruan tinggi.

Menanggapi usulan itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr dr Much Syamsulhadi SpKJ (K), mengungkapkan berdasarkan kesepakatan Majelis Rektor PTN, SNMPTN bertujuan untuk melihat kemampuan setiap calon mahasiswa, sehubungan dengan jurusan yang ia pilih. Misalnya calon mahasiswa Fakultas Pertanian, apakah memang benar-benar memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang berhubungan dengan pertanian.

Sementara UN, terangnya, dinilai belum bisa menjadi dasar untuk mengetahui kemampuan setiap calon mahasiswa. Artinya ada perbedaan cakupan substansi yang diinginkan antara PTN dengan sekolah. Sehingga SNMPTN tetap diperlukan. “Jadi UN belum bisa menjadi dasar untuk menerima atau menolak seorang calon mahasiswa,” katanya.

ewt

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…