Kamis, 6 Januari 2011 23:46 WIB Sport Share :

Jokowi pun dukung LPI

Solo (Espos)--Wali Kota Solo, Joko Widodo sangat antusias mendukung penyelenggaraan Liga Primer Indonesia yang pembukaannya akan digelar di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1). Ia mengaku siap bekerja sama dengan pihak LPI agar pelaksanaan kompetisi tandingan PSSI tersebut terselenggara dengan sukses.

Hal tersebut disampaikan, Jokowi seusai melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Polda Jawa Tengah, Irjen Pol Edward Aritonang, Chief Executive Officer (CEO) Solo FC, Kesit Budi Handoyo dan Ketua Pengcab PSSI Solo merangkap Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo di Mapolresta Solo, Kamis (6/1).

“Sudah sejak lama kami menginginkan adanya pembaharuan dan revolusi persepakbolaan di Indonesia. Kesempatan terbuka dengan adanya angin segar yang muncul dari LPI, terlebih lagi ini pembukaannya akan dilakukan di Solo,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Lebih lanjut Jokowi berpendapat bahwa LPI merupakan kompetisi yang legal, maka pihaknya sudah menyiapkan acara akbar untuk melakukan pembukaan LPI di Manahan, Sabtu.

“Saya ikut pertemuan dengan Kapolda supaya dapat izin. Intinya kami mendukung LPI sepenuhnya, semakin banyak kompetisi semakin baik bagi sepak bola di Indonesia. LPI partner yang baik,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang menyambut positif hadirnya kompetisi LPI. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Solo ini berharap hadirnya LPI melalui Solo FC mampu menjadi cambuk bagi tim lokal Solo, yakni Persis, untuk berbenah.

“Seharusnya ini menjadi contoh positif bagi Persis untuk berbenah menjadi klub yang mandiri dan professional, dengan tidak hanya menggandalkan APBD,” ujarnya.

Sementara terkait rekomendasi dari PSSI setempat yang diberikannya, Rudy mengaku siap pasang badan atas sanksi dari pusat. Ia tidak takut akan anacaman dari PSSI dan lebih mengutamakan kemajuan sepakbola di daerahnya.

“Apapun risikonya saya akan menerima. Jika pertandingan batal akan berdampak buruk bagi Kota Solo. Lebih baik saya pribadi yang menanggung sanksi daripada Solo yang dikorbankan,” ujarnya.
Atas dukungannya ini, kemungkinan besar sebagai Ketua Pengcab PSSI Solo, Rudy dapat dikenai sanksi, salah satunya yakni dipecat. Terkait hal tersebut, ia sudah pasrah karena selama ini dirinya juga tidak mendapat perhatian dari PSSI.

“Dipecat biar saja, memang selama ini saya digaji sama PSSI,” tegasnya.

yud

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…