Kamis, 6 Januari 2011 02:39 WIB Sragen Share :

Jembatan antarkecamatan Desa Nganti ambrol

Gemolong (Espos)–Jembatan antar-Desa Nganti, Kecamatan Gemolong dan Karangtalun, Kecamatan Tanon ambrol sepanjang hampir 2 meter (m) di sisi barat jalan. Jika dibiarkan, ambrolnya jembatan bakal merembet ke bagian lain dan memakan badan jalan.

Saat ini, sedikitnya 0,5 m jalan antarkecamatan tersebut telah tergerus. Warga setempat, Agus, kepada Espos, di lokasi setempat, Rabu (5/1), mengungkapkan kondisi kerusakan jembatan yang merembet ke jalan sangat membahayakan. Pasalnya, lokasi yang ambrol tidak terlihat pada malam hari. Sehingga, jika pengemudi tidak awas, kendaraan yang melintas dapat terperosok.  “Ini sangat membahayakan. Kalau dibiarkan bisa bertambah parah,” ujar dia.

Kepala desa (Kades) Nganti, Ngaidi menjelaskan jembatan antarkecamatan tersebut dibangun sejak tahun 1983. Jembatan sepanjang hampir 12 m itu terbentang di atas sungai yang alirannya berasal dari Bendung Kedungkancil, Kecamatan Miri. Dia menjelaskan, ambrolnya jembatan terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Hujan deras yang kerap terjadi membuat kerusakan di jembatan semakin parah dan merembat ke badan jalan, sehingga menyebabkan 0,5 m jalan tergerus.

Tak hanya jalan, bagian penyangga jembatan juga tampak retak-retak. Bagian penyangga itu kini telah menggantung 1 m di atas dasar sungai. Selain itu, talud di sisi kanan dan kiri aliran sungai tersebut juga telah ambrol. Ngaidi menilai jika kondisi tersebut dibiarkan, kerusakan dipastikan akan melebar dan bisa memutus jalur alternatif utama antara Desa Nganti, Gemolong menuju Desa Karangtalun, Tanon dan Desa Jati, Sumberlawang.

Lebih jauh, dia berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen segera memeriksa lokasi dan merencanakan perbaikan. Paling tidak, perbaikan sementara untuk mencegah ambrolnya badan jalan. Disinggung mengenai upaya pihak desa, Ngaidi mengatakan pihak desa sejauh ini tidak memiliki anggaran untuk perbaikan. Pihaknya berharap, DPU turun tangan untuk mengatasi kerusakan tersebut. “Ini jembatan DPU, jalannya juga jalan DPU, jadi kami berharap ada perhatian,” pungkas Ngaidi.

tsa

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…