Kamis, 6 Januari 2011 11:26 WIB News Share :

Harga minyak dunia melambung, subsidi listrik membengkak

Jakarta--Harga minyak mentah dunia yang melambung hingga US$ 90 dollar per barel menjadikan subsidi listrik yang dialokasikan pemerintah, dipastikan membengkak dari target semula Rp 70 triliun. Hal ini dimaklumi karena sebagian besar pembangkit listrik PT PLN (Persero) masih digerakkan oleh energi minyak bumi.

Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, naiknya harga minyak mentah dunia memang akan meningkatkan ongkos produksi listrik perseroan. Namun apakah kenaikan juga diterapkan ke harga listrik rumah tangga atau industri, PLN menyerahkan seluruh kebijakan tersebut kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Dengan minyak dunia seperti ini, listrik pasti naik. Namun harga minyak mentah diluar PLN. Itu pemerintah dan DPR,” jelas Dahlan di sela-sela Raker Sektor ESDM Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (6/1).

Subsidi listrik tahun 2011 ditetapkan pemerintah sebesar Rp 70 triliun. Dalam merumuskan subsidi, pemerintah mengasumsikan harga minyak US$ 80 per barel. Nah, saat tren harga minyak meningkat, besaran kenaikan subsidi akan berjalan linier.

“Ketika dirumuskan subsidi, harga minyak US$ 80. Kau saat ini US$ 95, berarti ada kenaikan US$ 15 dollar. Persentasenya sekian, maka kenaikan (subsidi) sekian,” paparnya.

“Sepanjang pemerintah masih punya uang untuk subsidi. Semua diserahkan kepada pemerintah dan DPR,” imbuh Dahlan.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…