Rabu, 5 Januari 2011 15:11 WIB News Share :

Terlibat joki tahanan, Jakgung copot Kajari Bojonegoro

Jakarta– Jaksa Agung Basrief Arief mencopot beberapa pejabat Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Jawa Timur, terkait kasus joki atau penukaran narapidana di  lembaga pemasyarakatan setempat.

“Setelah membaca dan mempertimbangkan untuk memberikan sanksi pada pejabat di Kejaksaan Negeri tersebut,” kata Basrief Arief di kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/1).

Menurutnya ada empat pegawai di kalangan Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Mereka adalah Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro Wahyudi, Kepala Seksi Pidana Khusus Hendro Sasminta, Jaksa Penuntut Umum Tri Mawarni, dan pengawal tahanan Widodo Priyono. “Kajari karena kurangnya pengawasan melekatnya (waskap) ia ditarik ke Kejaksaan Agung,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kepala Seksi Pidana Khusus yang membawahi jaksa penuntut umum juga dicopot dari jabatannya. Sementara jaksa sendiri dilepas dari jabatan fungsionalnya. Bahkan, pengawal tahanan yang langsung berhubungan dengan penasehat hukum itu diberhentikan dengan tidak hormat.

Basrief menambahkan, saat ini pihaknya juga telah meminta Jaksa Agung Muda Pembinaan untuk menerbitkan keputusan tersebut.

Sebelumnya, ditemukan seorang tahanan kasus penyelewengan pupuk bersubsidi, Kasiyem yang seharusnya menjalani hukuman selama 2,5 bulan, tetapi justru digantikan Karni. Sebagai imbalan Karni diberi uang Rp10 juta. Metrotvnews.com

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…