Rabu, 5 Januari 2011 15:21 WIB News Share :

PLN bakal gelontorkan Rp 66 triliun di 2011

Jakarta–PT PLN (Persero) bakal menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 66 triliun untuk memperkuat kelistrikan di Indonesia dari wilayah Barat hingga Timur. Penyerapan dana investasi bakal dipercepat agar target tercapai.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo ketika ditemui usai apel PLN di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (5/1). “Karena pengalaman di 2010 telatnya surat kuasa investasi (SKI) sehingga eksekusi di lapangan terlambat, di 2010 daya serap baru 60% dari dana yang tersedia. Untuk 2011 ini diharapkan tak ada lagi proyek yang dananya tak terserap,” ujar Dewo.

Investasi PLN di 2011 tersebut antara lain digunakan untuk:

* Jawa Bali Rp 13,42 Triliun. Untuk pembangunan pembangkit listrik Rp 4,67 triliun, pembangunan transmisi Rp 5,41 triliun, dan pembangunan distribusi Rp 3,35 triliun
* Indonesia Barat Rp 6,25 triliun. Untuk pembangunan pembangkit listrik Rp 2,285 triliun, pembangunan transmisi Rp 2,248 triliun, dan untuk distribusi Rp 920 miliar
* Indonesia Timur Rp 3,36 triliun. Untuk pembangunan pembangkit listrik Rp 940 miliar, pembangunan transmisi Rp 2 triliun, dan untuk distribusi Rp 730 miliar

Sementara sumber dananya, Dewo mengatakan akan diambil antara lain dari subsidiary loan agreement (SLA) Rp 10 triliun, lalu dari APBN Rp 9 triliun, komitmen pinjaman dari bank Rp 16,7 triliun.

“Kemudian dari kas internal, dan juga kita liat sisanya mau ada tambahan dari bank atau lewat pendanaan pasar modal,” imbuh Dewo.

Di tahun ini, PLN menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10,7%.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…