Rabu, 5 Januari 2011 21:21 WIB Sport Share :

Pembukaan LPI di Solo terancam batal

Solo (Espos)--Pembukaan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) di Solo pada Sabtu (8/1) sore terancam batal digelar. Pasalnya hingga H-3 penyelenggaraan Rabu (5/1), izin penyelenggaraan dari kepolisian belum ditangan panitia pelaksana (Panpel).

“Kami saat ini juga masih menunggu izin yang telah kami ajukan ke Polresta (Solo). Karena tiga hari lalu kami telah mengajukan izin tersebut,” papar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Solo FC, Roy Saputra ketika ditemui di Solo.

Karena itu pihaknya berharap dalam waktu dekat ini permohonan izin yang telah disetor ke kepolisian itu segera mendapat jawaban. Sebab pihaknya kini telah melakukan persiapan pembukaan LPI itu dengan seksama.

Dia menegaskan jika izin pembukaan LPI yang telah dibuatnya tersebut tak disetujui kepolisian, pihaknya akan mengembalikan persoalan ini ke LPI Pusat.

Sementara jajaran Polresta Solo, Selasa (4/1) telah menerima rekomendasi dari panitia pertandingan menjelang pembukaan LPI di Stadion Manahan. Selanjutnya, Polresta Solo telah mengirimkan rekomendasi perizinan ke Mabes Polri melalui Polda Jateng.

Demikian dijelaskan Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana saat dihubungi Espos, petang. Pada dasarnya, aparat kepolisian sudah siap menjaga rangkaian pembukaan LPI. Pun demikian, persoalan perizinan masih menunggu keputusan Mabes Polri. “Sudah menjadi kewajiban kami, kalau ada keramaian (termasuk acara
LPI-red), urusan keamanan tetap dijaga. Dengan catatan, acara itu tidak menyalahi prosedur yang ada,” katanya.

Pembukaan LPI sekaligus akan digelarnya pertandingan perdana antara Solo FC melawan Persema Malang sudah mencakup lintas provinsi. Oleh sebab itu, panitia pertandingan harus mengantongi izin Mabes Polri. “Prinsipnya, kalau misalnya pertandingan itu melibatkan antarkelurahan di satu kecamatan di Solo, izin pertandingan cukup di Mapolresta Solo. Kalau sudah mencakup antara daerah di Jateng, harus izin ke Polda Jateng. Nah, untuk LPI ini kan jelas mencakup antarprovinsi (nasional-red), izinnya pun harus ke Mabes Polri,” ulas dia.

Menurut Kabag Ops, Kompol Giyono, sebanyak 750 personel disiapkan untuk rencana pengamanan (Renpam) pembukaan LPI dan pertandingan perdana. Hal itu merupakan inisiatif kepolisian setempat. “Memang, hingga saat ini informasi perizinan pembukaan LPI itu belum jelas. Tapi, kami sudah memiliki Renpam guna menyikapi hal tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, personel yang diturunkan akan melibatkan pasukan Brimob, Polwan, dan petugas reguler. Mereka siap mengamankan pembukaan LPI serta pertandingan perdana. “Kalau memang diizinkan Mabes Polri, kami yang ada di Solo siap mengamankan. Atau dengan kata lain, kalau sesuai prosedur, kami telah siap. Sekitar pukul 13.00 WIB, kami akan standby di kompleks Stadion Manahan hingga rangkaian kegiatan selesai,” ulas dia.

Pada bagian lain General Manajer Operasional Solo FC, Abraham “Bram” EWT mengatakan pembukaan LPI di Solo direncanakan dimerihakan dengan berbagai kesenian menarik. Antara lain pihaknya akan menampilkan 300 peserta Solo Batik Carnival yang dinilai telah familiar bagi warga Solo dan sekitarnya itu.

“Bukan hanya itu kami juga akan melibatkan pelajar di Solo untuk memeriahkan acara pembukaan ini di antaranya untuk melakukan konfigurasi seremonial. Karena itu kami akan menggandeng Disdikpora Solo,” terang Bram.

Selain itu pihaknya juga akan mengundang sekitar 200 tamu VIP asal Jakarta. Tetapi hingga kemarin pihaknya juga belum bisa memastikan siapa yang bakal meresmikan pembukaan LPI di Solo ini, kendati pihaknya tetap mengudang Presiden SBY.

Menyinggung soal harga tiket, dia mengatakan panitia yang mencetak 19.500 lembar. Untuk tiket di belakang gawang harga tiket dipatok Rp 15.000 per lembar. Untuk didket di tribun terbuka timur tiket dijual Rp 20.000 per lembar, untuk tribun VIP tiket dijual Rp 30.000 dan tiket VVIP dijual Rp 50.000 per tiket.

pso/ian

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…