Rabu, 5 Januari 2011 17:02 WIB Solo Share :

Pascabanjir, warga Solo diminta waspadai berbagai jenis penyakit

Balaikota (Espos)–Warga di Kota Solo diimbau untuk waspada terhadap penyebaran berbagai jenis penyakit pascabanjir yang terjadi di sejumlah titik rawan banjir pada Selasa (4/1) lalu. Salah satu faktor pemicunya adalah kondisi lingkungan yang kotor akibat adanya genangan air.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Yanti Winoh Lantisah, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan (Yankes) DKK, Wahyu Indianto, mengemukakan terjadinya banjir dapat menjadi pemicu menularnya berbagai jenis penyakit seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare hingga penyakit kulit akibat lingkungan yang kotor karena aliran banjir.

“Meskipun banjir kemarin (Selasa-red) tidak terlalu parah, sehingga dampaknya tidak terlalu besar, warga tetap harus waspada terhadap menularnya berbagai penyakit yang bisa dipicu akibat kondisi lingkungan yang kotor karena aliran banjir,” terang Wahyu kepada wartawan, Rabu (5/1).

Dijelaskan Wahyu, penyakit ISPA biasanya menduduki peringkat pertama kasus penyakit yang muncul pascabanjir. Faktor pemicunya adalah lingkungan yang kotor. “Pada saat terjadinya banjir, banyak warga yang kondisi kesehatannya menurun karena cuaca, mereka biasanya kelelahan, kurang istirahat sehingga mudah terserang ISPA tersebut. Selain ISPA, ada pula penyakit diare dan penyakit kulit,” papar Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan dalam penanggulangan bencana, beberapa tugas tim DKK antara lain mendistribusikan obat-obatan dan menempatkan petugas di sejumlah titik kaitannya dengan penanganan medis. Wahyu menegaskan untuk persediaan obat-obatan hingga saat ini cukup.

sry

PT.GARMET, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…