Rabu, 5 Januari 2011 12:25 WIB Hukum Share :

Izin kencing, tahanan narkoba kabur saat diperiksa

Jakarta--Seorang tahanan kasus narkoba melarikan diri saat diperiksa penyidik di Gedung Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Tersangka beralasan hendak kencing.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Anjan Pramuka Putra saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Iya, itu betul. Kami sedang melakukan pencarian terhadap orang tersebut,” kata Anjan kepada wartawan di kantornya, Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (5/1).

Anjan menjelaskan, tersangka yang melarikan diri itu bernama Dadang Ginanjar. Dadang ditangkap atas kasus pengedaran ganja. “Dia sudah satu bulan ditahan di sini,” katanya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/1) siang kemarin. Saat itu, Dadang dipanggil untuk diperiksa di ruang penyidik. “Yang periksa di satuan satu,” katanya.

Saat itu, Dadang beralasan hendak buang air kecil ke toilet. Penyidik kemudian mengizinkannya untuk buang air kecil di toilet yang ada di ruangan penyidik. “Namun, setelah sepuluh menit, dia nggak keluar-keluar,” katanya.

Setelah dicek oleh petugas, ternyata tersangka telah melarikan diri. Tersangka kabur melalui plafon toilet.

Hingga kini, polisi masih melakukan pencarian terhadap tersangka. Sementara penyidik akan dikenakan sanksi atas kelalaiannya. “Ia telah lalai. Tentu kami akan proses penyidiknya,” tutupnya.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…