Rabu, 5 Januari 2011 11:20 WIB Hukum Share :

Dipaksa berhubungan sejenis, tukang pijat pukul pelanggan dengan palu

Jakarta–Emosi lantaran dipaksa melakukan hubungan seks sejenis, seorang tukang pijat menggetok kepala pelanggannya dengan palu. Akibat pukulan palu itu, korban luka parah di kepala dan tak sadarkan diri.

Pada Selasa (4/1) kemarin, Budi Surachman ,32, mendapat panggilan untuk memijat Frans Wijaya ,24. Budi lalu mendatangi kost Frans di Wisma Nusa Indah, Jalan Tanjung Duren Timur Raya No 11 RT 3 RW 5, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat.

Budi kemudian memijat pelanggannya tersebut. Usai memijat, Frans meminta Budi  melakukan hubungan sejenis. Budi menolak ajakan itu secara halus. Namun Frans terus memaksanya.

Budi akhirnya naik pitam karena terus dipaksa. Akhirnya dia mengambil palu dan langsung memukul kepala Frans. “Korban luka di kepala bagian atas, belakang sebelah kiri dan dahi bagian tengah,” ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Tanjung Duren AKP Johari Bule kepada wartawan, Rabu (5/1).

Frans yang berprofesi sebagai wiraswastawan ini langsung ambruk usai mendapat pukulan di kepalanya. Darah segar pun mengalir dari kepala Frans. Melihat korban tidak berdaya Budi panik dan langsung melarikan diri.

Salah seorang penghuni kost mendengar Frans merintih kesakitan. Dia pun membawa Frans ke RS. “Korban kemudian dibawa ke RS Sumber Waras,” kata Johari.

Saat ditemui di RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, Frans terbaring lemah di ruang UGD dengan baju berlumuran darah. Warga Cempaka Putih ini terus merintih kesakitan saat perawat menjahit dahinya yang robek dihantam palu. “Kepala saya dipukul martil,” ucapnya dengan suara lemah.

Saat ini kasus tersebut masih diselidiki Polsek Tanjung Duren. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap Budi, yang diduga melakukan penganiayaan itu.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…