Selasa, 4 Januari 2011 16:39 WIB Boyolali Share :

Tebing longsor, jalur evakuasi Merapi terancam

Selo (Espos)–Jalur evakuasi Merapi ke Balaidesa Jrakah terancam putus, akibat dinding tebing jalan longsor. Akibatnya, ribuan warga warga di sejumlah dukuh di wilayah Desa Klakah, Selo terancam terisolir.

Salah seorang warga Klakah, Selo, Slamet, mengaku ambrolnya tebing itu terjadi saat turun hujan deras, Minggu (2/1) lalu. Tebing itu ambrol karena tergerus banjir lahar dingin Kali Juweh yang berhulu di puncak Merapi. Warga kemudian berinisiatif memasang pagar bambu sebagai peringatan. “Pemasangan pagar bambu itu untuk antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan dan kerusakan yang lebih parah. Untuk mobil bermuatan tidak diperbolehkan melintas karena bisa memicu longsor yang lebih besar,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (4/1).

Terpisah, Kades Jrakah, Tumar mengatakan jalur itu merupakan jalur utama evakuasi warga di lereng Merapi. Selain warga Dukuh Bangunsari, Desa Klakah, jalur itu juga digunakan warga Dukuh Bakalan dan Sumber, Desa Klakah untuk lalu lintas perdagangan. “Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan perbaikan kerusakan jalan dan jembatan. Termasuk perbaikan kerusakan jaringan pipa air bersih,” papar dia.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…