Selasa, 4 Januari 2011 12:11 WIB Hukum Share :

Pria jatuh di Gajah Mada Plaza bernama Hendrik Cendana

Jakarta–Pria yang Jatuh di Gajah Mada Plaza ternyata seorang emilik bengkel dinamo di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Pria berkaos polo garis-garis coklat itu bernama Hendrik Cendana.

Solihin, salah satu karyawan bengkelnya bercerita, sebelum tewas, sikap Hendrik biasa-biasa saja. “Biasa, si bos buka bengkel sekitar pukul 07.30 WIB,” kata Solihin di lokasi, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (4/1).

Menurut Solihin, setelah membuka bengkel, pemilik bengkel Central Teknik itu memang berpamitan untuk pergi. Namun Hendrik tidak mengatakan hendak pergi ke mana dan untuk keperluan apa.

“Setelah buka bengkel, dia pamit pergi. Lalu tiba-tiba siang ini saya lagi ngerjain dinamo, dikasih tahu kalau si bos meninggal karena loncat,” cerita Solihin. Bengkel milik Hendrik berada tidak terlalu jauh dari Gajah Mada Plaza.

Identitas Hendrik diketahui dari KTP di dompet korban yang berada di saku celananya. Hendrik yang kelahiran Pangkal Pinang, 19 November 1970 itu diketahui merupakan warga Taman Palem, Jakarta Barat.

Hendrik ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai tiga gedung parkir Gajah Mada Plaza sekitar pukul 10.45 WIB.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…