Selasa, 4 Januari 2011 13:56 WIB News Share :

Polisi usut tewasnya enam warga Jepara akibat makan tiwul

Semarang–Enam orang dalam satu keluarga tewas setelah makan tiwul di Jepara, Jawa Tengah. Dugaan awal, penyebabnya adalah tiwul yang mereka makan, namun polisi masih menyelidiki.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djihartono mengaku pihaknya telah melakukan autopsi, namun hasilnya belum dikonfirmasi. Sebab, hal itu harus diperdalam dengan memeriksa sampel tiwul dan muntahan korban. “Belum fix. Ini masih diteliti,” katanya saat dihubungi, Selasa (4/1).

Djihartono menyatakan, saat ini sampel diteliti di laboratorium. “Beberapa hari lagi, hasilnya keluar. Jadi tunggu saja,” pintanya.

Enam bersaudara tersebut tewas secara beruntun. Yang pertama adalah Lutfiana ,22, dan Abdul Amin ,3. Keduanya tewas Sabtu (1/1) lalu. Kemudian disusul Ahmad Kusrianto ,5, Ahmad Hisyam Ali ,13.

Dua lainnya, Saidatul Kusniah ,8, dan Faridatul Solikah ,15, tewas Senin (3/1) kemarin. Saat ini, keenamnya telah dimakamkan di TPU setempat, Desa Jebol, Mayong, Jepara.

Berdasarkan informasi, tiwul dimasak oleh ibu enam bersaudara tersebut, Siti Sunayah ,41. Menu itu disuguhkan sejak dua pekan terakhir karena tak punya uang lagi untuk membeli bahan makanan yang layak.

Sunayah selamat meski ikut mengonsumsi tiwul dalam jumlah sedikit. Sedangkan suaminya, Jamhamid ,45 tak ikut mengonsumsi karena tengah bekerja di Semarang.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…