Selasa, 4 Januari 2011 13:30 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah hemat Rp 25 Triliun dari konversi elpiji

Jakarta–Pemerintah mengaku telah mengemat uang negara Rp 25,64 triliun dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg sejak 2007 hingga akhir November 2010. Sudah 47,9 juta paket elpiji 3 kg yang dibagi pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh Project Manager Program Edukasi dan Sosialisasi Konversi Mitan-Elpiji 3 Kg Irsan Thaslimie dalam acara Refleksi Akhir Tahun Konversi Mitan Elpiji 3 Kg di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/1).

“Dari awal peluncuran program ini hingga tanggal 30 November 2010, tercatat program ini dapat menghemat uang Negara sebesar Rp 25,64 triliun. Penghematan ini dapat dialokasikan untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah), program-program kesejahteraan, dan raskin,” ungkap Irsan.

Sejak program ini dilakukan di 2007, pemerintah telah membagikan paket perdana elpiji 3 kg sebanyak 47,9 juta paket. Dengan rincian diada 2007 telah dibagikan 3,9 juta paket, tahun 2008 sekitar 15,1 juta paket, 2009 membagikan sekitar 24,4 juta paket, dan tahun 2010 sebanyak 4,4 juta paket.  Untuk 2011 direncanakan akan didistribusikan sebanyak 3,82 juta paket perdana.

Pada 2010 yang lalu, program konversi ini difokuskan di 15 provinsi, di antaranya di Aceh (sebanyak 12 kabupaten), Sumatera Utara (9 kabupaten), Riau (5 kabupaten), Jawa Tengah (2 kabupaten), dan Jambi (10 Kabupaten). Untuk tahun 2011 ini, baru direncanakan 4 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah.

“Untuk 2011 baru direncanakan di 4 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Jumlah atau wilayah tersebut masih bisa berubah atau ditambah lagi,” pungkas Irsan.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…