Selasa, 4 Januari 2011 21:20 WIB Sragen Share :

Jalan desa diduga diserobot, warga 3 dukuh unjuk rasa

Sragen (Espos)–Puluhan warga dari tiga dukuh di Kecamatan Masaran meminta kejelasan investor penetasan ayam di wilayah Desa Jirapan yang menerobos jalan desa. Puluhan warga perwakilan Dukuh Jatirejo, Selamat dan Gondang menggelar aksi unjuk rasa di jalan sepanjang 400 x 5 meter yang dinilai diserobot investor, Selasa (4/1).

Aksi yang dilakukan perwakilan pengurus RT dari 12 rukuh tetangga (RT) di Desa Jirapan, Masaran berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Sejumlah aparat Polsek Masaran juga diterjunkan untuk mengamankan aksi damai itu. Aksi tersebut dipicu belum ada musyawarah antara warga dan investor terkait ganti rugi tanah jalan desa itu.

Kadus I Jirapan, Suwarmin saat dihubungi Espos, Selasa , menerangkan semula ada gerakan penggalangan tanda tangan persetujuan atas pembangunan perusahaan tersebut oleh tim dari investor. Dia mengatakan, namun hanya sebagian kecil warga yang mau memberikan persetujuan.

“Saya sendiri saat itu juga didatangi tim dan dimintai tanda tangan persetujuan dengan diberi imbalan Rp 200.000. Tapi saya menolak memberi persetujuan, karena belum ada musyawarah dengan warga. Ternyata terbukti, jalan desa sekarang sudah diratakan oleh pihak investor dengan maksud untuk didirikan perusahaan penetasan ayam,” tegasnya.

Dia menegaskan, warga hanya meminta kejelasan tentang kompensasi bagi warga atas jalan desa tersebut. Dia menguraikan banyak permintaan besaran kompensasi itu, ada yang mengusulkan senilai Rp 200 juta dan ada juga yang mencapai Rp 250 juta.

“Sebenarnya permasalahan ini bisa dimusyawarahkan secara baik, sehingga kami tidak perlu turun ke jalan. Namun meskipun kami unjuk rasa, selama ini juga belum mendapatkan tanggapan dari investor terkait. Kami tetap mempertahankan hak kami sampai ada kejelasan. Lagipula berdirinya investor tersebut juga belum berizin,” tambahnya.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…