Selasa, 4 Januari 2011 17:00 WIB News Share :

Dede 'manusia pohon' ditawari obat dari Jepang

Bandung–Dede Koswara, atau yang sering dipanggil manusia pohon ditawari obat dari Jepang untuk menyembuhkan penyakit kutilnya. Obat tersebut ditawarkan Prof Nobutaka Suzuki, chairman of board directors dari Japanese Society for Complementary and Alternative Medicine (JCAM).

Menurut Rahmatdinata, Ketua Tim Dokter yang menangani Dede, obat tersebut merupakan obat herbal yang dihasilkan dari biji-bijian. Di Jepang sendiri, obat tersebut sudah digunakan dan terbukti mampu menyembuhkan kutil.

“Prof Suzuki itu kalau di kita (Indonesia-red) ketua pengobatan alternatif di Jepang. Itu berasal dari biji tumbuhan yang diekstrak sedemikian rupa. Khasiatnya bisa merontokkan kutil,” jelas Rahmat saat ditemui di RSHS, Jalan Pasteur, Selasa (4/11).

Dikatakannya, obat tersebut dinamakan ‘coix seed’. Meski sudah digunakan di Jepang, di Indonesia obat tersebut belum pernah digunakan. Sehingga, diperlukan proses perizinan agar Dede bisa menggunakan obat tersebut.

“Di Jepang berhasil, tapi belum dicoba untuk kasus seperti Dede. Sekarang kita sedang memproses izin dari Kementerian Kesehatan atas rencana penggunaan obat tersebut,” terangnya.

Diharapkan, secepatnya perizinan tersebut segera selesai. Sehingga harapan Dede untuk sembuh dari penyakit kutilnya bisa terwujud.

Sementara itu sejak Senin (3/1) Dede sudah berada di RSHS untuk menjalani perawatan. Kondisi kutil di tangan dan kakinya pun membesar meski tidak dijelaskan secara spesifik. Namun secara umum, kondisi tubuhnya relatif membaik. “Kondisinya secara umum baik. Dia masuk ke sini dari senin. Kutilnya membesar lagi,” ujarnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…