Selasa, 4 Januari 2011 12:40 WIB News Share :

Banjir lahar dingin di Jl Magelang-Yogya, aktivitas warga kacau

Jakarta–Banjir lahar dingin terbesar di Jembatan Kali Putih, Desa Jumoyo, Magelang, menyebabkan aktivitas warga kacau balau. Ratusan warga di tujuh dusun di sekitar terjadinya banjir lahar dingin kesulitan untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari.

Tujuh Dusun itu yakni Dusun Jempol, Dusun Ngipik, Dusun Randukuning, Dusun Gebayan, Dusun Sabrangkali, Dusun Tegalsari dan Dusun Seloiring. Beberapa fasilitas umum berupa sekolah rusak. Jalan juga banyak yang terendam material lahar dingin berupa batu besar dan pasir.

Pertokoan yang mayoritas berada di sepanjang Jalan Raya Magelang-Yogyakarta memilih tutup. Akibatnya warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Putusnya tiga jembatan di tiga dusun, yakni Dusun Cirahan, Dusun Cibayan dan Dusun Sabrangkali juga membuat warga tidak bisa keluar rumah.

166 Jiwa warga Desa Ngipik yang berada di radius 10 km dari Jembatan Kali Putih juga merasa sangat khawatir karena musibah itu. Banjir lahar diperkirakan sudah melebarkan dan membelokkan Kali Putih. Bahkan suara banjir lahar dingin terdengar gemuruh di desa itu.

Semalam banjir lahar dingin meluap ke Jalan Raya Magelang-Yogyakarta setinggi 3 meter dan sepanjang 500 meter lebih. Kondisi Jalan Raya Magelang-Yogyakarta luluh lantak. Ruas jalan itu masih ditutup dan putus total.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…