Selasa, 4 Januari 2011 03:16 WIB Karanganyar Share :

Ayah korban meyakini sang anak dibunuh

Karanganyar (Espos)–Mayat pria yang ditemukan oleh seorang warga di Dusun Dalon RT 2 RW XI, Desa Ngringo, Jaten, akhirnya diketahui identitasnya. Jenazah pria tersebut bernama Topan Riyadi, 20, warga Jl Salak 4 No 101, Perumnas Palur, Jaten. Polisi juga memberitahukan bahwa korban positif dibunuh.

Menurut penuturan ayah korban, Pujiyono, 50, Topan sudah tidak berada di rumah sejak Rabu (29/12). “Saya ingat betul, terakhir bertemu dengan anak saya pada Rabu itu sekitar pukul 11.00 WIB, saat membantu mengangkut barang dagangan ke motor,” ujar Pujiyono saat ditemuiĀ  Espos di rumahnya, Senin (3/1) malam. Sorenya sekitar pukul 14.30 WIB, ibunya, Katinah, 47, mengetahui Topan pulang ke rumah. Setelah itu, ia pergi lagi dan tidak pulang.

Mengetahui anaknya tidak pulang beberapa hari, Pujiyono langsung gusar dan tidak tenang. Ia pun lalu mencari-cari anaknya itu ke berbagai tempat. Termasuk ke rumah teman-temannya. Jumat (31/12) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Pujiyono didatangi dua orang. Keduanya mengaku disuruh Topan untuk meminta uang kepada Pujiyanto, senilai Rp 100.000.
Tapi, Pujiyanto tidak memberi uang tersebut. “Saya akan memberi uang itu sekarang juga, jika anak saya sudah pulang ke rumah. Kalau tidak, saya tidak akan memberi,” ujar Pujiyanto kepada kedua orang tersebut, kala itu.

Namun, kedua orang itu justru bertanya, seandainya anaknya tidak pulang, apakah uangnya masih akan diberi? Sontak mendengar pertanyaan itu, Pujiyono langsung curiga kepada keduanya, bahwa kedua orang itu mengetahui keberadaan Topan.
Selama beberapa hari, baik pagi, siang, malam, ia mencari Topan yang dikenal suka berteman itu. Sampai pada Minggu (2/1) kemarin, Pujiyanto pergi ke rumah temannya yang bernama Sukino untuk turut membantu mencarikan Topan.

Di sana, Sukino memberitahu pada Pujiyono bahwa sehari sebelumnya, ditemukan mayat di sumur sawah. “Mudah-mudahan saja itu bukan Topan,” kata Pujiyono menirukan perkataan Sukino. Lalu, Sukino menyarankan kepada Pujiyono untuk membeli koran SOLOPOS edisi Minggu (2/1) yang mengabarkan penemuan mayat tak dikenal itu. Pujiyono pun membeli koran. Dari pemberitaan itu, ia mengenali ciri-ciri pakaian yang dikenakan mayat yang ditemukan di sumur sawah, persis dengan yang dipakai anaknya.

“Saya langsung ke Moewardi untuk mengecek apakah itu betul anak saya atau tidak,” katanya.

Sampai di RS, ia diberitahu kalau mayat tersebut telah disemayamkan di Permakaman Purwoloyo, Sekarpace, Pucangsawit, Jebres, Solo. Ia juga ditunjukkan di mana letak kuburan anaknya. Mengetahui anaknya mati terbunuh, Pujiyono meminta keadilan kepada aparat kepolisian sebab anaknya telah diculik, barang-barangnya dicuri, lalu dibunuh.

Polisi telah menangkap beberapa tersangka pembunuhan itu. Rencananya, Selasa (4/1) ini Polres Karanganyar akan membeberkan siapa pelaku pembunuhan tersebut.

fas

lowongan pekerjaan
DESIGN GRAFIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…