Selasa, 4 Januari 2011 01:19 WIB Klaten Share :

Anggaran Dewan dipangkas Rp 500 juta

Klaten (Espos)--Aksi perangkat desa Klaten yang meminta tambahan tambahan penghasilan (Tamsil) dari Rp 400.000 menjadi Rp 600.000 beberapa waktu lalu membuahkan hasil.

Namun, persetujuan tersebut memaksa anggaran yang diplot di DPRD Klaten dipangkas Rp 500 juta.

Ketua DPRD Klaten, Agus Riyanto menjelaskan, anggaran penambahan Tamsil yang telah disetujui saat ini ialah Rp 100.000/ bulan. Jumlah tersebut jika ditotal semua selama setahun untuk seluruh perangkat desa mencapai Rp 2,1 miliar.

“Konsekuensinya, anggaran di sekretaris dewan (Setwan) dipangkas Rp 500 juta untuk menutup kekurangannya,” paparnya kepada Espos di ruang kerjanya, Jumat (31/12) lalu.

Dengan dipakaianya anggaran Setwan senilai Rp 500 juta, maka APBD 2011 masih kekurangan Rp 1,6 miliar untuk membayar kenaikan Tamsil. Terkait hal itu, Agus mengungkapkan masih mengupayakan menggali potensi pendapatan daerah lainnya dari sektor pajak.

“Kami usahakan ada sektor lainnya yang bisa menutup kekurangan itu,” paparnya.

Tarik ulur soal Tamsil tersebut juga sempat menjadi salah satu pemicu molornya penetapan APBD.

Meski persoalan tersebut kini telah selesai, namun APBD tetap belum bisa ditetapkan lantaran masih terjadi tarik ulur soal rencana rekrutmen CPNS 2011 yang dilemparkan eksekutif.

asa

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN INDUSTRI PLASTIK, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Hoaks

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Berita tentang Saracen, kelompok yang diduga sebagai salah satu pelaku penyebarluasan konten…