Senin, 3 Januari 2011 06:32 WIB Boyolali Share :

Warga mulai tambang Kali Apu

Boyolali (Espos)–Sejumlah warga mulai menambang batu di Kali Apu, Selo, meski kondisi di puncak Merapi masih labil dan sewaktu-waktu bisa terjadi banjir lahar dingin.

Salah seorang warga Desa Wonolelo, Kabupaten Magelang, Riyanto, 20,  mengatakan dirinya baru sepekan melakukan penambangan batu di Kali Apu.

Selain itu, dirinya juga hanya memilih batu kali untuk ditambang. Hal itu disesuaikan dengan permintaan dari pengusaha batu alam.

“Batu yang saya pilih pun juga batu hitam yang akan dibuat menjadi batu alam,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan menambang, Sabtu (1/1) lalu.

Riyanto menuturkan setiap batu kali yang dipilih itu, awalnya dipecah dengan ukuran 20 x 40 cm dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter. Ukuran itu, jelas Riyanto, dikarenakan sudah disesuaikan dengan permintaan dari pengusaha.

“Dengan ukuran itu, kami jual Rp 10.000/buah. Kami berempat mampu menghasilkan sekitar 50 batu per hari,” tambah dia.

Setelah mengumpulkan batu itu, jelas Riyanto, sudah ada pihak yang mengambil. Namun, pembayarannya dilakukan tiap 10 hari sekali.

Senada, Isah, 21, warga Wonolelo mengaku batu yang dikumpulkannya itu nantinya akan diolah kembali menjadi batu alam. Batu yang dipilih itu, selain berwarna lebih hitam, tekstur batu juga lebih kasar dibandingkan dengan batu yang digunakan untuk fondasi bangunan.

“Memang bentuknya berbeda dengan batu biasanya. Karena nantinya akan diolah menjadi batu alam yang digunakan untuk ekterior bangunan,” jelas dia.

Diakuinya, selama erupsi Merapi, harga batu maupun pasir mengalami kenaikan. Bahkan hingga saat ini kenaikan harga itu masih naik. Riyanto menjelaskan awalnya batu hitam yang dicarinya itu awalnya seharga Rp 7.000/buah. Namun, karena ada bencana Merapi harga menjadi Rp 10.000/buah.

fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…