Senin, 3 Januari 2011 12:16 WIB Ekonomi Share :

Usai melonjak 30%, harga emas 'rehat'

Singapura–Harga emas mengalami koreksi pada awal perdagangan tahun 2011, setelah mengalami lonjakan tajam hingga 30 persen selama tahun 2010. Namun harga emas diprediksi masih bisa berlanjut lagi dan menembus US$ 1.500 per ounce pada tahun 2011.

Demikian pula harga perak yang juga mengalami koreksi pada awal perdagangan, Senin (3/1) setelah sempat mencetak rekor tertinggi dalam 30 tahun.

Seperti dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot pada Senin ini turun 0,3% menjadi US$ 1.414,90 per ounce. Harga emas pada 31 Desember lalu ditutup pada US$ 1.421,15 per ounce. Harga emas berjangka juga turun 0m4% menjadi US$ 1.416,1 per ounce.

Harga perak sebelumnya sempat menembus titik tertinggi dalam 30 tahun di US$ 30,93 per ounce, namun kemudian surut ke US$ 30,67.

Sepanjang tahun 2010, harga emas mencetak rekor spektakulernya bersamaan dengan melemahnya dolar AS dan tingginya permintaan. Investor memburu logam berharga yang dianggap tempat paling aman untuk berlindung dari inflasi dan gejolak pasar finansial.

Pada Jumat (31/12), harga emas naik US$ 10 hingga ke titik tertingginya. Harga emas pada perdagangan terakhir di 2010 naik hingga 1,06% menjadi US$ 1.418,85. Dengan demikian, harga emas tercatat naik hingga 29,4% dibandingkan 2009.

Sedangkan harga perak tercatat naik 83% selama 2010. Perak dianggap sebagai investasi alternatif selain emas.

Melonjaknya harga emas pada perdagangan terakhir di 2010 dipicu oleh melemahnya dolar AS terhadap sekumpulan mata uang.

“Harga emas masih tetap didukung oleh melemahnya dolar AS dan kuatnya permintaan investasi,” ujar Anne-Laure Tremblay, analis logam berharga dari BNP Paribas seperti dikutip dari Reuters.

“Kami perkirakan reli harga emas akan berlanjut hingga 2011 didukung kuatnya fundamental, termasuk tekanan inflasi (terutama di China), banyaknya likuiditas dan kekhawatiran soal nilai dolar,” ujarnya.

Para pialang dan analis memperkirakan harga emas bisa menembus US$ 1.500 per ounce pada 2011, terutama jika dolar AS terus melemah, perekonomian AS yang belum juga bisa menyerap tenaga kerja dan berlanjutnya krisis utang di Eropa.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…