Senin, 3 Januari 2011 23:35 WIB Karanganyar Share :

Pedagang buah minta difasilitasi

Karanganyar (Espos)–Sejumlah pedagang buah di Pasar Buah Asri yang berada di sepanjang sisi selatan ruas Jl Lawu, Papahan, Karanganyar, meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) membangun tempat berdagang permanen agar lebih rapi.

Selama ini para pedagang buah hanya menempati tenda bongkar pasang di sebelah selatan trotoar dengan penataan yang kurang teratur.

Pedagang secara acak memilih sendiri lokasi pendirian tenda. Padahal, mereka menilai Pasar Buah Asri yang berdiri kurang lebih tujuh tahun itu dianggap sebagai salah satu ikon Karanganyar.

Pasalnya, pasar buah tersebut merupakan satu-satunya pasar buah yang ada di Karanganyar Kota.

Salah seorang pedagang, Kasno, 29, saat ditemui Espos di lokasi, Senin (3/1), mengatakan sejak terbentuknya pasar itu ia hanya menempati sepetak lahan kecil dengan beralas tanah.

Keadaan itu diperparah apabila datang hujan. Dapat dipastikan lokasi berdagangnya becek dan tergenang air. Selain itu, ia juga tidak diperbolehkan untuk membangun kios secara permanen. Sehingga, lanjutnya, setiap hari ia harus membongkar dan memuat dagangan.

Ia menilai hal itu sangat merepotkan semua pedagang. Ia berharap Pemkab ikut memikirkan nasib semua pedagang.

“Pasar buah ini sudah sangat dikenal masyarakat dan sudah menjadi identitas Karangayar Kota. Tidak ada salahnya Pemkab membangun lokasi berdagang secara khusus seperti kota lain yang terlihat lebih rapi dan berwibawa,” ulasnya.

Menurut Ketua Paguyuban Pasar Buah Asri, Wagiman, aspirasi para pedagang sudah disampaikan kepada dinas terkait baik secara lisan dan tertulis.

Pedagang meminta tempat khusus secara permanen agar tidak bongkar pasang lagi dan diperbolehkan berdagang lebih lama. Selama ini pedagang hanya diperbolehkan berdagang pagi hingga petang saja.

Namun, ia mengaku belum menerima tanggapan dari otoritas yang berwenang.

m93

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…