Senin, 3 Januari 2011 14:46 WIB News Share :

Gayus emosi saat ditanya soal isu ke Singapura

Jakarta–Gayus Tambunan kesal saat dicecar pertanyaan kebenaran isu pergi ke Singapura pada September, sebulan sebelum kepergok ke Bali. Ia minta agar menunggu pembacaan pledoinya saja.

“Kalian ini gimana sih, kita tunggu saja pledoi saya. Pers ini mudah sekali dibelok-belokkan. Kalau kalian tidak suka ya sudah,” kata Gayus dengan nada suara tinggi.

Ini merupakan pertanyaan wartawan yang kesekian pada Gayus tentang kabar kepergiannya ke Negeri Singa. Sebelumnya, Gayus enggan menjawab pertanyaan itu dengan alasan konsentrasi pada pledoinya.

Gayus yang mengenakan batik lengan pendek warna coklat langsung masuk ke ruang sidang utama Prof Oemar Seno Adji di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (3/1).

Gayus kemudian diberi kesempatan membacakan pledoinya. Pledoi Gayus setebal 18 halaman.

Sebelumnya dalam surat pembaca Kompas, Minggu (2/1), seorang pembaca bernama Devina yang bertempat tinggal di Raffles Hills, Depok, mengaku melihat seseorang yang memakai wig dan kacamata mirip Gayus pada 30 September 2010 lalu.

Saat itu dia hendak pergi ke Singapura menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 7780. Dia menduga orang itu adalah Gayus setelah melihat ramainya pemberitaan Gayus pergi ke Bali dengan menyamar.

dtc/nad

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…