Senin, 3 Januari 2011 09:33 WIB Sragen Share :

Din Syamsudin
Warga Muhammadiyah akan dukung kadernya

Sragen (Espos)–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin menyerahkan keputusan dukungan warga Muhammadiyah kepada Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sragen dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Din menekankan kader Muhammadiyah yang tampil dalam Pilkada akan didukung warga Muhammadiyah.

Pernyataan tersebut disampaikan Din Syamsudin saat dijumpai Espos, Minggu (2/1) seusai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah di GOR Diponegoro Sragen.

Dari sekian calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang hadir dalam Musda Muhammadiyah, Din hanya menyebut Cabup Agus Fatchurrahman sebagai kader Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Sragen.

Sedangkan calon lainnya, Daryanto, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Darmawan Minto Basuki yang hadir dalam acara itu tidak disebut Din.

“Pimpinan pusat tentu menangani proses demokrasi yang bersifat nasional, bukan daerah. Proses demokrasi di daerah diserahkan kepada pimpinan daerah Muhammadiyah. Pada dasarnya Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi orang per orang punya tanggung jawab sebagai warga negara untuk menyukseskan proses demokrasi. Kalau ada kader Muhamamdiyah yang tampil, tentu warga Muhammadiyah akan mendukungnya,” tegas Din.

Menurut dia, Muhammadiyah secara kelembagaan tidak mencalonkan seseorang dalam Pilkada. Dia mengatakan banyak kader dan tokoh Muhammaidyah yang ikut berlaga dalam pesta demokrasi di tingkat provinsi, kabupaten/kota.

Din menyatakan tidak pernah membicarakan soal gender dalam persoalan demokrasi. Din tidak memberikan komentar terkait calon perempuan.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…